Bank Dunia Pangkas Proyeksi Ekonomi RI Jadi 5,1 Persen di 2022

- Jurnalis

Selasa, 5 April 2022 - 11:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kantor Pusat Bank Dunia (World Bank). Foto: Reuters

Kantor Pusat Bank Dunia (World Bank). Foto: Reuters

LAMPUNGCORNER.COM, Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia di tahun ini menjadi 5,1 persen, dari proyeksi Oktober 2021 yang masih sebesar 5,2 persen. Bahkan, Bank Dunia juga mempersiapkan proyeksi dengan skenario terburuk bagi ekonomi Indonesia yakni 4,6 persen di 2022.

Dalam laporan Bank Dunia East Asia and Pacific Upadate April 2022: Braving The Storms, Selasa (5/4), lembaga keuangan yang bermarkas di Washington D.C tersebut menilai ada sejumlah risiko ekonomi di tahun ini. Utamanya berasal dari konflik di Rusia dan Ukraina, yang akan mengakibatkan krisis bahan bakar.

“Kerentanan finansial dan kepercayaan yang belum pulih di seluruh dunia ini menjadi sangat mengkhawatirkan. Ini menjadi kabar buruk lainnya setelah masalah pandemi COVID-19,” ujar Wakil Presiden Bank Dunia untuk Asia Timur dan Pasifik, Manuela V. Ferro.

Baca Juga :  Pasar Otomotif Berubah, Mobil Listrik Kian Menguat di 2026

Selain itu, masih adanya varian omicron juga menjadi tantangan bagi perekonomian global, termasuk di Indonesia. Terakhir, risiko dari cepatnya kenaikan inflasi di Amerika Serikat (AS) akan memberikan dampak pengetatan kebijakan moneter bank sentral AS, Federal Reserve.

“Tiga guncangan ini akan sangat mempengaruhi negara-negara di kawasan ini, seberapa besar ini dampaknya ini akan sangat bergantung pada seberapa ketahanan yang mereka miliki untuk sektor keuangan,” jelasnya.

Baca Juga :  PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik

Meski demikian, Bank Dunia juga menyoroti keuntungan yang bisa didapatkan Indonesia dari kenaikan harga komoditas saat ini. Hal ini dapat memberikan tambahan pada penerimaan negara.

“Eksportir komoditas seperti Malaysia dan Indonesia dapat menyerap kenaikan harga internasional dengan lebih mudah, dibandingkan importir komoditas seperti Fiji dan Thailand,” tambahnya.

Secara keseluruhan, pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur dan Pasifik diperkirakan melambat menjadi 5 persen pada tahun 2022, turun 0,4 poin dibandingkan proyeksi saat Oktober lalu. Jika kondisi global memburuk dan respons kebijakan nasional lemah, maka pertumbuhan dapat melambat hingga 4 persen.

 

Red

Berita Terkait

PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik
Pasar Otomotif Berubah, Mobil Listrik Kian Menguat di 2026
Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah
Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029
Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat
Presiden Prabowo Subianto Buka Munas HIPMI ke-XVIII di Bandar Lampung
HIPMI Lampung Gelar Rapat Pembukaan, Siap Sukseskan MUNAS ke-XVIII
Penjualan Sapi Kurban Lampung 2026 Naik 40,15 Persen, Domba Melonjak 121,76 Persen
Berita ini 127 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:10 WIB

PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik

Senin, 6 Juli 2026 - 19:52 WIB

Pasar Otomotif Berubah, Mobil Listrik Kian Menguat di 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:36 WIB

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:10 WIB

Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:42 WIB

Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Update Gempa NTT: 53 Meninggal, 154 Rumah Rusak Berat

Minggu, 16 Agu 2026 - 20:21 WIB

BREAKING NEWS

Bencana NTT, Pemerintah Siapkan Penanganan hingga Rehabilitasi

Minggu, 16 Agu 2026 - 15:29 WIB

Plt. Kepala BPKAD Lampura, Iskandar Helmi. Foto dok

BREAKING NEWS

Bukan Rp12,05 Miliar, Ini Anggaran BPKAD Lampura Setelah Efisiensi

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:51 WIB

BREAKING NEWS

Gempa NTT: Prabowo Salurkan 50 Ribu Paket Sembako

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:22 WIB