Berapa Kerugian Liga Inggris Jika Diboikot China?

- Jurnalis

Sabtu, 5 Maret 2022 - 15:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pertandingan Premier League Liverpool melawan Aston Villa (10/4). Foto: Pool via REUTERS

Pertandingan Premier League Liverpool melawan Aston Villa (10/4). Foto: Pool via REUTERS

LAMPUNGCORNER.COM, China dikabarkan akan membuat langkah terkait konflik Rusia-Ukraina yang sedang panas. ‘Negeri Tirai Bambu’ akan memboikot siaran Liga Inggris demi menunjukkan dukungan kepada Vladimir Putin.

Invasi militer Rusia ke Ukraina sudah dimulai sejak 24 Februari 2022. Sejak saat itu, banyak pegiat sepak bola yang mendukung Ukraina dan mengecam Rusia, termasuk ofisial Premier League dengan klub-klub Liga Inggris.

Menurut Daily Mail, China mengecam sanksi ekonomi yang telah dijatuhkan oleh Inggris dan Uni Eropa terhadap Rusia. Mereka juga menyalahkan AS dan sekutunya karena memprovokasi Rusia.

Kini, China berencana untuk menunjukkan dukungan lebih lanjut untuk rezim Vladimir Putin dengan berencana akan memboikot siaran laga-laga Liga Inggris. Sebab, semua tim Premier League sudah kompak akan menunjukkan aksi solidaritas di pekan ini.

Baca Juga :  PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik

Kerugian Liga Inggris Akibat Diboikot China

Premier League adalah liga Eropa yang paling dicintai rakyat China. Ini berdasarkan hasil survei yang juga dibagikan oleh ofisial Premier League pada 17 Februari 2022.

“Premier League dinobatkan sebagai Liga Eropa daring nomor 1 di China untuk tahun keempat berturut-turut. Red Card 2022: Indeks Kinerja Digital China, yang memberi peringkat liga sepak bola Eropa, klub, dan pemain daring di China, sekali lagi memberikan peringkat teratas ke Premier League,” tulis ofisial Premier League.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

Bagi English Premier League (EPL), ada kerugian finansial jika China benar-benar melakukan boikot. Berkaca pada kesepakatan antara EPL dan Suning pada 2019 lalu, nilai hak siar Liga Inggris di China mencapai USD 700 juta untuk 3 musim, setara dengan Rp 10 triliun. Nilai hak siar per musim sekitar USD 233 juta atau Rp 3,3 triliun.

Dampak boikot juga akan dirasakan oleh 20 klub yang berlaga di Premier League. Sebab, uang hak siar dibagikan pada 20 klub secara proporsional berdasarkan peringkat dan jumlah pertandingan yang ditayangkan.

 

Red

Berita Terkait

PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik
Pasar Otomotif Berubah, Mobil Listrik Kian Menguat di 2026
Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah
Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029
Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat
Presiden Prabowo Subianto Buka Munas HIPMI ke-XVIII di Bandar Lampung
HIPMI Lampung Gelar Rapat Pembukaan, Siap Sukseskan MUNAS ke-XVIII
Penjualan Sapi Kurban Lampung 2026 Naik 40,15 Persen, Domba Melonjak 121,76 Persen
Berita ini 39 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:10 WIB

PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik

Senin, 6 Juli 2026 - 19:52 WIB

Pasar Otomotif Berubah, Mobil Listrik Kian Menguat di 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:36 WIB

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:10 WIB

Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:42 WIB

Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Gempa NTT: Prabowo Salurkan 50 Ribu Paket Sembako

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:22 WIB

BREAKING NEWS

Gempa M 7,7 Guncang NTT, 38 Orang Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agu 2026 - 19:16 WIB

BREAKING NEWS

Mensesneg: Pemerintah Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:43 WIB