LAMPUNGCORNER.COM, China dikabarkan akan membuat langkah terkait konflik Rusia-Ukraina yang sedang panas. ‘Negeri Tirai Bambu’ akan memboikot siaran Liga Inggris demi menunjukkan dukungan kepada Vladimir Putin.
Invasi militer Rusia ke Ukraina sudah dimulai sejak 24 Februari 2022. Sejak saat itu, banyak pegiat sepak bola yang mendukung Ukraina dan mengecam Rusia, termasuk ofisial Premier League dengan klub-klub Liga Inggris.
Menurut Daily Mail, China mengecam sanksi ekonomi yang telah dijatuhkan oleh Inggris dan Uni Eropa terhadap Rusia. Mereka juga menyalahkan AS dan sekutunya karena memprovokasi Rusia.
Kini, China berencana untuk menunjukkan dukungan lebih lanjut untuk rezim Vladimir Putin dengan berencana akan memboikot siaran laga-laga Liga Inggris. Sebab, semua tim Premier League sudah kompak akan menunjukkan aksi solidaritas di pekan ini.
Kerugian Liga Inggris Akibat Diboikot China
Premier League adalah liga Eropa yang paling dicintai rakyat China. Ini berdasarkan hasil survei yang juga dibagikan oleh ofisial Premier League pada 17 Februari 2022.
“Premier League dinobatkan sebagai Liga Eropa daring nomor 1 di China untuk tahun keempat berturut-turut. Red Card 2022: Indeks Kinerja Digital China, yang memberi peringkat liga sepak bola Eropa, klub, dan pemain daring di China, sekali lagi memberikan peringkat teratas ke Premier League,” tulis ofisial Premier League.
Bagi English Premier League (EPL), ada kerugian finansial jika China benar-benar melakukan boikot. Berkaca pada kesepakatan antara EPL dan Suning pada 2019 lalu, nilai hak siar Liga Inggris di China mencapai USD 700 juta untuk 3 musim, setara dengan Rp 10 triliun. Nilai hak siar per musim sekitar USD 233 juta atau Rp 3,3 triliun.
Dampak boikot juga akan dirasakan oleh 20 klub yang berlaga di Premier League. Sebab, uang hak siar dibagikan pada 20 klub secara proporsional berdasarkan peringkat dan jumlah pertandingan yang ditayangkan.
Red














