BPBD Lamsel Pastikan Alat Pendeteksi Tsunami Berfungsi Baik

- Jurnalis

Rabu, 9 Juni 2021 - 16:51 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Kalbi Rikardo Rilislampung.id/Lampungcorner.co.Grup

Ilustrasi Kalbi Rikardo Rilislampung.id/Lampungcorner.co.Grup

LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Selatan – Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Daryono mengatakan ada potensi gempa berkekuatan hingga 8 Magnitudo yang berpotensi pula menyebabkan tsunami setinggi lebih kurang 29 meter di Selatan Jawa Timur hingga Selat Sunda.

Baca juga: Skenario Terburuk, BMKG Sebut Potensi Tsunami 29 M di Selat Sunda

Terkait hal itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lampung Selatan (Lamsel) M Darmawan mengimbau kepada masyarakat untuk terus waspada.

Baca Juga :  Bupati Radityo Egi Dorong Tata Kelola Desa yang Transparan, Keuangan Desa Harus Berdampak Nyata bagi Warga

Pihaknya juga selalu memberikan sosialisasi penanggulangan bencana di Lamsel, khususnya bagi warga yang berada di pesisir pantai.

“Desa-desa siaga bencana kita latih terus. Kita juga ada alat pendeteksi tsunami yang ada di Kecamatan Rajabasa dan Bakauheni, semua ada tiga. Ada juga sirine, kalau terjadi tsunami sirine itu akan berbunyi,” ungkap Darmawan, Rabu (9/6/2021).

Ia pun memastikan alat pendeteksi tsunami yang ada di Lamsel dalam keadaan baik.

Baca Juga :  Di Balik Kemegahan Ngaben Massal, Zita Anjani Melihat Masa Depan Wisata Budaya Balinuraga

“Selalu kita coba (alatnya) dan selalu bunyi. Jika ada terjadi tsunami alat itu otomatis dikendalikan dari pusat akan berbunyi. Tidak ada yang rusak,” terang Darmawan lagi.

Selain itu, pihaknya juga mengatakan terus berkoordinasi dengan Satgas Komunikasi yang ada di setiap kecamatan yang rawan bencana.

“Selalu kita sampaikan untuk kewaspadaan saat sosialisasi, karena kita ingin mengurangi akibat jika terjadi bencana,” jelasnya. (*)

Red

Berita Terkait

General Manager ASDP Bakauheni: HPN dan Porwanas 2027 Jadi Sejarah bagi PWI Lampung
SPAK Imigrasi Kalianda 98,45, Kakanim: Kepercayaan Masyarakat Harus Dijaga
Nilai Kepuasan 98,06, Imigrasi Kalianda Tak Mau Cepat Berpuas Diri
Pekerja Informal di Trans Tanjungan Didorong Ikut BPJS Ketenagakerjaan
PNS Kementerian Imigrasi Bisa Ikut Seleksi Poltekimipas, Usia Maksimal 25 Tahun
Poltekimipas 2026 Buka Formasi Khusus Putra-Putri Papua
Mau Jadi Taruna Poltekimipas? Siapkan 12 Dokumen Ini
Wisata Dominasi Permohonan Paspor di Imigrasi Kalianda, Capai 3.721 Pemohon
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 25 September 2026 - 21:15 WIB

General Manager ASDP Bakauheni: HPN dan Porwanas 2027 Jadi Sejarah bagi PWI Lampung

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

SPAK Imigrasi Kalianda 98,45, Kakanim: Kepercayaan Masyarakat Harus Dijaga

Jumat, 4 September 2026 - 09:59 WIB

Nilai Kepuasan 98,06, Imigrasi Kalianda Tak Mau Cepat Berpuas Diri

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 15:16 WIB

Pekerja Informal di Trans Tanjungan Didorong Ikut BPJS Ketenagakerjaan

Senin, 24 Agustus 2026 - 18:32 WIB

PNS Kementerian Imigrasi Bisa Ikut Seleksi Poltekimipas, Usia Maksimal 25 Tahun

Berita Terbaru

LC TV Story

Prabowo Telepon Rahmat Erwin Usai Raih Emas Asian Games 2026

Minggu, 27 Sep 2026 - 10:10 WIB