Bupati Lampung Utara Paparkan Cangget Bakha di Jakarta, Sudjiwo Tejo Dorong Pelestarian Bahasa Lampung

- Jurnalis

Jumat, 9 Januari 2026 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, saat memaparkan soal Cangget Bakha dihadapan dewan juri di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, saat memaparkan soal Cangget Bakha dihadapan dewan juri di Jakarta, Jumat (9/1/2026).

LampungCorner.com, JAKARTA – Bupati Lampung Utara, Hamartoni Ahadis, tampil memikat saat mempresentasikan kebudayaan adat lokal Cangget Bakha dalam ajang Anugerah Kebudayaan yang digelar di Gedung PWI Pusat, Jakarta, Jumat (9/1/2026).

Presentasi berdurasi hampir satu jam tersebut menjadi bagian dari rangkaian penilaian kebudayaan dalam rangka memperingati Hari Pers Nasional (HPN) 2026.

Di hadapan dewan juri, Hamartoni memaparkan nilai-nilai filosofis, sosial, dan kultural yang terkandung dalam tradisi Cangget Bakha.

Dewan juri yang hadir di antaranya budayawan ternama Sudjiwo Tejo serta akademisi Institut Kesenian Jakarta (IKJ), Nungki Kusumastuti.

Keduanya tampak memberikan perhatian serius terhadap kekayaan budaya Lampung yang dipresentasikan.

Dalam pemaparannya, Hamartoni menegaskan bahwa Cangget Bakha bukan sekadar tarian adat, melainkan identitas dan jati diri masyarakat Lampung.

Tradisi ini lazim digelar pada malam bulan purnama usai panen raya sebagai wujud rasa syukur sekaligus ruang interaksi sosial masyarakat.

“Cangget Bakha merupakan tradisi masyarakat Lampung Utara sebagai ajang silaturahmi dan perkenalan muli-mekhanai (gadis-bujang), yang kerap menjadi sarana mencari jodoh,” ujar Hamartoni di hadapan dewan juri.

Baca Juga :  SIWO PWI Lampung Matangkan Persiapan Porwanas, Sistem Digital Siap Cegah Kecurangan Atlet

Ia menjelaskan, Cangget Bakha menjadi cerminan karakter masyarakat Lampung Pepadun, termasuk di Kabupaten Lampung Utara.

Hingga kini, tradisi tersebut terus hidup dan berkembang melalui upaya perlindungan, pengembangan, serta pemanfaatan budaya oleh pemerintah daerah.

Seiring perkembangan zaman, Cangget Bakha tetap dilaksanakan dengan berbagai penyesuaian tanpa meninggalkan nilai-nilai tradisi.

Dalam beberapa tahun terakhir, tradisi ini kerap digelar saat perayaan Idul Fitri sebagai sarana silaturahmi muli-mekhanai, khususnya bagi masyarakat perantau, guna mempererat ikatan sosial.

Di penghujung pemaparannya, Hamartoni menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Lampung Utara dalam memajukan dan melestarikan kebudayaan lokal.

Dukungan diberikan kepada Dewan Kesenian Lampung Utara, Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), serta para pemangku kepentingan sebagai mitra strategis dalam pemajuan kebudayaan, melalui fasilitasi kegiatan seni, penguatan komunitas budaya, dan pelibatan generasi muda.

Baca Juga :  PSEL Lampung Raya Jadi Tonggak Baru Pengelolaan Sampah Terintegrasi

“Cangget Bakha adalah simbol rasa syukur dan sarana silaturahmi lintas generasi. Di dalamnya terkandung nilai etika dan gotong royong yang menjadi akar kehidupan masyarakat Lampung Utara,” tegas Hamartoni.

Suasana Gedung PWI Pusat semakin hangat saat sesi tanya jawab. Sudjiwo Tejo yang dikenal kritis terhadap isu pelestarian budaya, menyoroti pentingnya menjaga relevansi adat Lampung di tengah modernisasi.

Sementara juri dari IKJ menekankan aspek artistik serta nilai edukatif Cangget Bakha yang dapat diwariskan kepada generasi penerus.

Dalam diskusi tersebut, Sudjiwo Tejo secara khusus mengajak Bupati Lampung Utara untuk terus melestarikan bahasa Lampung dan mendorong penggunaannya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Diketahui, dalam presentasi Anugerah Kebudayaan tersebut, Bupati Lampung Utara didampingi Kepala Dinas Kominfo Gunaido Utama, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Perdana Putra, serta pengurus Dewan Kesenian Lampung Utara (DKLU). (*)

Berita Terkait

Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama
Hadiri Yudisium Fakultas Teknik Unila, Gubernur Mirza Ajak Lulusan Teknik Jadi Innovator Pembangunan Daerah
Kadis KPTPH Elvira: PHC Jadi Harapan Baru Petani Lampung Dalam Program Desaku Maju
Gubernur Mirza Tinjau Desa Wisata Budaya Marga Teluk, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Karakter
Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah
Gubernur Mirza Resmikan Jembatan Garuda di Kabupaten Mesuji, Realisasi Program Presiden Prabowo Subianto
Dulu Satu Jam Kini Lima Menit, Jalan Rawa Jitu-Umbul Mesir Ubah Wajah Distribusi Pertanian Tulang Bawang
Buka Musda II IKAPI, Bunda Literasi Lampung Tegaskan Literasi Pilar Kemajuan Daerah
Berita ini 23 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:23 WIB

Pemprov Lampung Perkuat Dukungan untuk Petani, dari Teknologi hingga Pengendalian Hama

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:19 WIB

Hadiri Yudisium Fakultas Teknik Unila, Gubernur Mirza Ajak Lulusan Teknik Jadi Innovator Pembangunan Daerah

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:14 WIB

Kadis KPTPH Elvira: PHC Jadi Harapan Baru Petani Lampung Dalam Program Desaku Maju

Kamis, 25 Juni 2026 - 23:09 WIB

Gubernur Mirza Tinjau Desa Wisata Budaya Marga Teluk, Dorong Pelestarian Budaya dan Penguatan Karakter

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:36 WIB

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

Berita Terbaru