DPR Cecar Bos KCIC soal Anggaran Kereta Cepat Jakarta-Bandung

- Jurnalis

Senin, 7 Februari 2022 - 21:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jembatan DK88 atau jembatan bentang panjang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Desa Depok, Cikalong Wetan, Purwakarta Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Jembatan DK88 atau jembatan bentang panjang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di Desa Depok, Cikalong Wetan, Purwakarta Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

LAMPUNGCORNER.COM, Pengerjaan proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung menelan anggaran lebih besar dari alokasi awal. Total investasi untuk moda transportasi modern itu melonjak Rp 27 triliun.

Anggota Komisi V DPR RI pun mencecar Direktur Utama PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) Dwiyana Slamet Riyadi. Dana yang semula diestimasikan Rp 85 triliun, bengkak jadi Rp 113 triliun.

“Saya terkejut karena anggaran awalnya Rp 85 triliun menjadi Rp 113 triliun. Apa jaminan pemerintah, apakah masih membutuhkan anggaran lagi atau tidak sampai habis Rp 113 triliun ini,” ujar anggota Komisi V Fraksi PAN A. Bakri H dalam rapat pada Senin (7/2).

Bakri mengungkapkan kekhawatiran bila terjadi pembengkakan lagi ke depannya, bakal berujung terbebaninya APBN. Skenario kebutuhan pengerjaan proyek infrastruktur selama ini kerap ditumpukan pada Penyertaan Modal Negara (PMN).

Baca Juga :  Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

Pertanyaan senada dilontarkan Ketua Komisi V DPR dari Fraksi Gerindra, Andi Iwan Darmawan Aras. Ia menuntut agar bos KCIC menjelaskan apa penyebab anggaran tersebut bisa membengkak.

“Apa yang menyebabkan kenaikan harga atau cost overrun tadi? Apa pengaruh teknis, sosial, dan sebagainya? Atau desain awal yang memang tidak memperhitungkan secara matang dan detail hal-hal yang bisa membengkakkan biaya?” tutur Andi.


Dia juga menyampaikan kekhawatiran, penambahan suntikan modal dari BUMN China berujung pada berubahnya komposisi saham yang dikuasai kedua negara. Termasuk juga imbas terhadap APBN sebagaimana yang disampaikan politikus PAN tadi.

“Ini akan berefek sama dari APBN kita juga tentunya. Dalam perjalanan komposisi saham kita justru menurun, kalau jumlah penambahan lebih banyak diambil BUMN China,” tuturnya.

Baca Juga :  PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik

KCIC sendiri saat ini tercatat sebagai perusahaan patungan antara konsorsium BUMN Indonesia melalui PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PBSI) dan perusahaan perkeretaapian Tiongkok Beijing Yawan HSR Co.Ltd.

Menurut anggota DPR Fraksi Golkar Hamka Baco Kady, komposisi saham yang ada saat ini adalah 60 persen di tangan BUMN Indonesia dan 40 persen oleh BUMN China.

Dengan terus membengkaknya pendanaan yang dibutuhkan, ia menduga masa konsesi proyek tersebut bakal menjadi lebih lama lagi.

“Kita tidak bisa menentukan berapa lama konsesi, tarifnya berapa konsesi itu. Tolong terbukalah masalahnya sebenarnya di mana, ini proyek ini luar biasa. Jangan main-main dengan proyek sebesar ini, uang negara, uang rakyat,” tutur Hamka.

 

Red

Berita Terkait

PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik
Pasar Otomotif Berubah, Mobil Listrik Kian Menguat di 2026
Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah
Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029
Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat
Presiden Prabowo Subianto Buka Munas HIPMI ke-XVIII di Bandar Lampung
HIPMI Lampung Gelar Rapat Pembukaan, Siap Sukseskan MUNAS ke-XVIII
Penjualan Sapi Kurban Lampung 2026 Naik 40,15 Persen, Domba Melonjak 121,76 Persen
Berita ini 86 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:10 WIB

PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik

Senin, 6 Juli 2026 - 19:52 WIB

Pasar Otomotif Berubah, Mobil Listrik Kian Menguat di 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:36 WIB

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:10 WIB

Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:42 WIB

Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Update Gempa NTT: 53 Meninggal, 154 Rumah Rusak Berat

Minggu, 16 Agu 2026 - 20:21 WIB

BREAKING NEWS

Bencana NTT, Pemerintah Siapkan Penanganan hingga Rehabilitasi

Minggu, 16 Agu 2026 - 15:29 WIB

Plt. Kepala BPKAD Lampura, Iskandar Helmi. Foto dok

BREAKING NEWS

Bukan Rp12,05 Miliar, Ini Anggaran BPKAD Lampura Setelah Efisiensi

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:51 WIB

BREAKING NEWS

Gempa NTT: Prabowo Salurkan 50 Ribu Paket Sembako

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:22 WIB