Erick Thohir Ungkap Penyebab Harga Tiket Garuda Mahal

- Jurnalis

Rabu, 26 Januari 2022 - 20:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan indikasi korupsi pengadaan pesawat PT Garuda Indonesia (Persero) ke Kejaksaan Agung RI, Selasa (11/1). Foto: Kementerian BUMN

Menteri BUMN Erick Thohir melaporkan indikasi korupsi pengadaan pesawat PT Garuda Indonesia (Persero) ke Kejaksaan Agung RI, Selasa (11/1). Foto: Kementerian BUMN

LAMPUNGCORNER.COM, PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk (GIAA) masih dirundung masalah keuangan. Padahal, harga tiket pesawat maskapai BUMN ini terbilang mahal dibandingkan maskapai lain.

Menteri BUMN Erick Thohir mengaungkapkan biaya sewa pesawat dari lessor yang membuat harga tiket pesawat Garuda mahal, bahkan di dunia.

Dia mengatakan, selama ini Garuda membeli pesawat tanpa ada rencana bisnis yang jelas. Salah satunya tidak menghitungan biaya ketika rute dibuka. Sementara pesawat yang disewa jenisnya berbagai macam.

“Tidak mungkin membeli pesawat tanpa ada business plan, tanpa ada hitungan rute. Akhirnya Garuda membayar lessor termahal di dunia sampai 28 persen dibandingkan airlines lain yang hanya 8 persen,” ujar Erick di Kuliah Umum Universitas Atma Jaya, Rabu (26/1).

Apa yang terjadi di badan Garuda ini, akhirnya berdampak ke masyarakat. Dampaknya pada harga tiket yang mahal.

“Sehingga ke depan Garuda ke depan tidak lagi melakukan tadi, karena tidak ada tata kelola yang baik akhirnya ruginya impact-nya rakyat, impact-nya apa? Tiket mahal, karena terjadi monopoli tiket,” kata dia.

Baca Juga :  Pasar Otomotif Berubah, Mobil Listrik Kian Menguat di 2026

Menurutnya yang terjadi di Garuda merupakan ekosistem. Bukan sekadar bisnis pesawat. Sebab ada praktik monopoli penerbangan nasional. Dampaknya, kata dia, membuat UMKM justru tidak berkembang karena pariwisatanya tidak bagus imbas harga tiket pesawat mahal.

“Ada monopoli penerbangan nasional, yang akhirnya tiketnya jadi mahal. Nah kalau tiketnya jadi mahal, berarti industri pariwisata tidak berkembang,” ujar dia.

Sebelumnya, Wakil Menteri II BUMN Kartika Wirjoatmodjo, menyebut secara teknis, Garuda sudah bangkrut karena utang yang membelit perusahaan. Besarnya utang tersebut, salah satunya berasal dari biaya pesawat yang mahal.

“Kita sudah dengar berkali-kali di video Pak Dirut (Irfan Setiaputra) juga ada bahwa Garuda harga sewa berkali-lipat dari harga sewa pesawat di market. Bahkan mendapat penghargaan penyewa pesawat termahal dunia,” ujar Andre dalam rapat Komisi VI DPR RI, tahun lalu.

Baca Juga :  PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik

Tiko, sapaan akrab Wamen BUMN, juga mengakui fakta tersebut. Proporsi biaya kontrak lessor dibandingkan pendapatan sebesar 24,7 persen, atau 4 kali lipat lebih besar di atas rata-rata global.

Dari data yang ditunjukkan Tiko, tampak bahwa rata-rata sewa pesawat maskapai secara global adalah 6,1 persen. Thai Airways International Pcl misalnya, hanya di angka 7,7 persen.

Selain itu, ada ANA Holdings Inc di angka 6 persen, Air China Ltd sebesar 5,2 persen, serta Singapore Airlines Ltd di angka 4,2 persen.

Tiko mengungkapkan, penyebab utama biaya sewa pesawat Garuda Indonesia lebih mahal dibandingkan maskapai lain adalah adanya tata kelola yang buruk di masa lalu.

“Permasalahan korupsi mulai dari kerja sama yang memberatkan Garuda, mark-up nilai pesawat, dan juga kasus penerimaan suap dan pencucian uang di tahun 2011-2012,” jelas Tiko.

 

Red

Berita Terkait

PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik
Pasar Otomotif Berubah, Mobil Listrik Kian Menguat di 2026
Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah
Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029
Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat
Presiden Prabowo Subianto Buka Munas HIPMI ke-XVIII di Bandar Lampung
HIPMI Lampung Gelar Rapat Pembukaan, Siap Sukseskan MUNAS ke-XVIII
Penjualan Sapi Kurban Lampung 2026 Naik 40,15 Persen, Domba Melonjak 121,76 Persen
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:10 WIB

PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik

Senin, 6 Juli 2026 - 19:52 WIB

Pasar Otomotif Berubah, Mobil Listrik Kian Menguat di 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:36 WIB

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:10 WIB

Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:42 WIB

Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Gempa NTT: Prabowo Salurkan 50 Ribu Paket Sembako

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:22 WIB

BREAKING NEWS

Gempa M 7,7 Guncang NTT, 38 Orang Meninggal Dunia

Sabtu, 15 Agu 2026 - 19:16 WIB

BREAKING NEWS

Mensesneg: Pemerintah Gerak Cepat Tangani Dampak Gempa NTT

Sabtu, 15 Agu 2026 - 16:43 WIB