LAMPUNGCORNER.COM, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) seharian ini terus menghijau. Meski pertumbuhan ekonomi RI sepanjang 2021 diumumkan meleset dari target, hanya 3,69 persen, tapi laju IHSG berada di zona positif seperti sore ini ditutup naik 1,09 persen ke level 6.804,93.
Salah satu terkereknya IHSG hari ini adalah naiknya harga minyak dunia. Berdasarkan laporan Reuters, Senin (7/2), harga minyak dunia jenis Brent USD 93,87 per barel. Sebelumnya, harga komoditas ini sempat tembus USD 94 per barel yang merupakan rekor tertinggi sejak 2014.
Analis saham Indopremier Sekuritas, Mino, mengatakan kenaikan IHSG hari ini lebih didominasi saham sektor keuangan. Meski ekonomi 2021 meleset, tapi ada sentimen positif pada ekonomi kuartal IV 2021 di mata investor. Selain itu, harga minyak juga ikut berpengaruh.
“Sentimen lainnya yang mendorong penguatan IHSG adalah aksi beli investor asing, penguatan mayoritas indeks di bursa Wall Street, dan kenaikan mayoritas harga komoditas,” kata Mino saat dihubungi kumparan, Senin (7/2).
Saham-saham emiten minyak dan gas bumi yang ketiban cuan akibat kenaikan harga minyak dunia di antaranya PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) yang naik 4,86 persen ke Rp 755. Frekuensi saham AKRA ditransaksikan sebanyak 5.121 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 50,33 juta saham senilai Rp 37,75 miliar.
PT Medco Energi International Tbk (MEDC) yang naik 3,57 persen ke Rp 580. Frekuensi saham MEDC ditransaksikan sebanyak 6.418 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 91,90 juta saham senilai Rp 52,88 miliar.
Saham PT Elnusa Tbk (ELSA) juga berada di zona hijau dengan kenaikan 1,44 persen ke Rp 282. Frekuensi saham ELSA ditransaksikan sebanyak 2.153 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 40,40 juta saham senilai Rp 11,44 miliar.
Saham PT Perusahaan Gas Negara Tbk (PGAS) juga ikut terkerek, naik 1,09 persen ke Rp 1.385 dengan level tertinggi Rp 1.410. Frekuensi saham PGAS ditransaksikan sebanyak 10.517 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 84,87 juta saham senilai Rp 118,28 miliar.
Saham PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG) milik keluarga Bakrie juga ikut merangkak, naik 1,72 persen ke Rp 118. Frekuensi saham ENRG ditransaksikan sebanyak 1.942 kali dengan total volume perdagangan sebanyak 46,11 juta saham senilai Rp 390,62 miliar.
Analis saham Binarartha Sekuritas, Ivan Rosanova, mengatakan saham energi secara teknikal terlihat masih ada minat pelaku pasar dan berpotensi melanjutkan tren kenaikan, mengikuti harga komoditas yang juga masih perkasa.
“Untuk potensi penguatan minggu ini diperkirakan best case mencapai 5-7 persen untuk saham-saham berbasis energi seperti PGAS, MEDC, ELSA, dan yang lainnya,” kata Ivan.
Red













