Ini Cara Efektif Cegah DBD di Musim Penghujan

- Jurnalis

Minggu, 20 Februari 2022 - 11:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi nyamuk demam berdarah yang cepat berkembang biak saat musim hujan. Foto: Shutterstock

Ilustrasi nyamuk demam berdarah yang cepat berkembang biak saat musim hujan. Foto: Shutterstock

LAMPUNGCORNER.COM, Saat Indonesia sedang dilanda virus COVID-19 gelombang ketiga, kasus DBD di tanah air justru meningkat. Dilansir laman resmi Kemenkes, ada 8.158 kasus DBD pada minggu keenam tahun 2022. Bahkan, telah ada 79 orang yang meninggal dunia akibat penyakit yang disebabkan nyamuk Aedes aegypti itu.

Kondisi ini juga diperparah dengan musim hujan yang sedang melanda Nusantara. Suhu lingkungan yang menjadi lebih kotor dan lembap membuat berbagai virus dan kuman penyebab penyakit lebih mudah berkembang biak.

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin pun telah meminta masyarakat untuk membatasi kegiatan di ruangan terbuka. Selain dapat mencegah penularan COVID-19, hal ini juga dapat menghindari gigitan nyamuk penyebab DBD.

“Sekarang musim demam berdarah, ya kalau bisa jangan keluar sering-sering ke taman. Atau kalau enggak semprotlah rumahnya,” katanya.

Ya, menjaga kebersihan rumah menjadi salah satu cara efektif untuk mencegah DBD. Hindari menumpuk barang di pojok-pojok rumah dan menggantung baju kotor, sebab nyamuk senang bersembunyi di tempat tersebut untuk berkembang biak.

Benda-benda yang memiliki wadah, menampung air, dan membentuk genangan juga berpotensi menjadi tempat perkembangbiakkan jentik nyamuk. Mulai dari bak mandi, pot tanaman, talang air, vas bunga, penampungan air AC, hingga tempat minum hewan peliharaan.

Baca Juga :  Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien

Oleh karena itu, pastikan segala jenis wadah yang dapat menampung air senantiasa dikuras, ditutup, atau dikubur agar nyamuk tidak mempunyai ruang untuk bersarang, terutama di musim hujan seperti sekarang.

WHO menganjurkan perlindungan ekstra untuk menurunkan risiko terkena gigitan nyamuk dengan penggunaan aerosol insektisida rumah tangga dan produk penolak nyamuk yang aman digunakan di tubuh. Sehingga, pencegahan terhadap DBD bisa lebih maksimal.

Salah satu obat nyamuk semprot yang bisa dipilih adalah Force Magic yang didesain khusus untuk mengatasi nyamuk super bandel di rumah. Dengan formula Synergist di dalamnya, ForceMagic efektif membunuh nyamuk karena langsung menyerang sistem saraf serangga tersebut.

Terbuat dari ekstrak bunga krisantemum dan mengandung eucalyptus oil, ForceMagic mampu menghadirkan aroma lembut dan tidak menyebabkan sesak napas, sehingga lebih aman digunakan untuk keluarga.

Selain itu, obat nyamuk semprot ini memiliki wangi yang harum dan tidak menyengat, sehingga tidak menyebabkan batuk. Partikel ForceMagic pun mudah terurai dan aerosolnya tidak akan mengendap di bantal atau perabot rumah lainnya.

Baca Juga :  Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

Menggunakan tekanan gas yang lebih tinggi daripada obat nyamuk aerosol pada umumnya, ForceMagic juga mampu menjangkau tempat-tempat yang sulit dijangkau, seperti sela-sela furniture, belakang gorden, dan lain-lain. Itu artinya, nyamuk penyebab DBD dapat dibasmi hingga sarangnya.

Jangan lupa beri perlindungan maksimal untuk cegah demam berdarah dengan menggunakan Soffel Alamia. Hadir dalam varian Yuzu atau Mint Geranium, Soffel Alamia tersedia dalam bentuk lotion dan spray yang efektif mencegah gigitan nyamuk dan melindungi Anda serta keluarga hingga 8 jam. Saat digunakan, Soffel Alamia akan terasa lembut, tidak lengket, sekaligus menimbulkan sensasi dingin.

Kedua produk dari Enesis Group ini telah tersedia di Alfamart, Indomaret, supermarket, Shopee Enesis Official Store, serta Tokopedia Enesis Official Store. Anda pun dapat memesannya melalui layanan Enesis Home Delivery Service untuk wilayah Jabodetabek dengan WA ke nomor 0811183030.

 

Red

Berita Terkait

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien
Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya
Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta
Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan
Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres
Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2
JKN Kian Kokoh, Layani 282,7 Juta Peserta dan Jadi Fondasi SDM Indonesia Sehat
Lobi Pemkab Lampura Berbuah Manis, RSUD Ryacudu Dapat Alkes Rp42 Miliar dan Dana Pengembangan Rp49 Miliar
Berita ini 106 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:39 WIB

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien

Senin, 27 Juli 2026 - 09:51 WIB

Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:39 WIB

Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:32 WIB

Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:50 WIB

Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres

Berita Terbaru