Ini Cara Gunakan Oksimeter untuk Ukur Saturasi Anak

- Jurnalis

Jumat, 4 Februari 2022 - 20:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Cara menggunakan oksimeter pada anak. Foto: Shutterstock

Cara menggunakan oksimeter pada anak. Foto: Shutterstock

LAMPUNGCORNER.COM, Anak terinfeksi virus corona atau varian Omicron tapi tanpa gejala atau hanya bergejala ringan? Tenang Moms, bisa isolasi mandiri (isoman) di rumah saja. Meski begitu, orang tua tetap perlu waspada dan terus memantau kondisi kesehatan anak saat sedang isoman.

Saat mendampingi anak isoman, orang tua juga disarankan memiliki alat pengukur kadar oksigen dalam darah yang disebut oksimeter. Perlu diketahui, kadar oksigen dalam tubuh seseorang yang sehat mencapai 95 hingga 100 persen. Sehingga, bila berada di bawah angka tersebut, maka patut diwaspadai adanya perburukan kondisi.

Tak hanya itu, pasien COVID-19 pun bisa mengalami happy hipoxia atau kondisi di mana saturasi oksigen rendah, tapi merasa baik-baik saja. Nah, kondisi happy hipoxia juga dapat dialami anak. Itu lah kenapa, memeriksa kadar oksigen dengan oksimeter sangat penting!

Baca Juga :  Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien

Lantas, bagaimana cara menggunakannya? Ikuti panduan dari Ketua Satgas COVID-19 IDAI berikut ini.

Cara Gunakan Oksimeter yang Benar pada Anak

Ketua Satgas COVID-19 IDAI, dr. Yogi Prawira SpA (K) menjelaskan bahwa memasangkan oksimeter ke anak memang perlu hati-hati. Sebab, biasanya anak suka bergerak-gerak saat dipasangkan oksimeter.

“Nah itu (kalau goyang-goyang) enggak akurat. Jadi harus benar-benar ditahan. Dipencet dinyalakan, tunggu sampai 1 menit sampai angkanya stabil tidak berubah-ubah,” jelas dr. Yoga dalam wawancara eksklusif bersama kumparanMOM, Senin (31/1).

Baca Juga :  Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2

Lantas, apakah anak bisa menggunakan oksimeter orang dewasa? Atau ada oksimeter khusus anak dan bayi?

Oksimeter khusus bayi dan anak memang ada, Moms. Namun, menurut dr. Yogi oksimter tersebut tidak tersedia untuk publik dan hanya ada di rumah sakit. Harganya pun terbilang mahal.

“Jadi pakai oksimeter biasa bisa, tapi bisa pakai 2 jari atau mungkin di jari kaki. Tapi yang penting ujung jarinya jangan basah, jangan lembap, tahan dulu untuk jangan gerak-gerak sampai ter-capture angka yang stabil,” ujar dr. Yogi.

 

Red

Berita Terkait

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien
Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya
Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta
Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan
Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres
Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2
JKN Kian Kokoh, Layani 282,7 Juta Peserta dan Jadi Fondasi SDM Indonesia Sehat
Lobi Pemkab Lampura Berbuah Manis, RSUD Ryacudu Dapat Alkes Rp42 Miliar dan Dana Pengembangan Rp49 Miliar
Berita ini 85 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:39 WIB

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien

Senin, 27 Juli 2026 - 09:51 WIB

Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:39 WIB

Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:32 WIB

Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:50 WIB

Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres

Berita Terbaru