Ini Penyebab Harga Emas Turun Drastis

- Jurnalis

Sabtu, 29 Januari 2022 - 21:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Petugas menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

Petugas menunjukkan sampel emas batangan di Butik Emas Logam Mulia. Foto: ANTARA FOTO/Muhammad Adimaja

LAMPUNGCORNER.COM, Harga emas terus menurun drastis dalam tiga hari ke belakang, baik global maupun dalam negeri. Pada Kamis (27/1) lalu, harga emas Antam merosot sebesar Rp 12.000 menjadi Rp 938.000 per gram.

Adapun pada Jumat (28/1), harga emas Antam kembali turun Rp 8.000 menjadi Rp 930.000 per gram. Hari ini, harga emas Antam turun lagi sebesar Rp 2.000 menjadi Rp 928.000 per gram.

Analis sekaligus Direktur PT TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim Assuaibi, menjelaskan penyebab turunnya harga logam mulia di ranah global yang juga tentunya memengaruhi harga di dalam negeri. Dia mengatakan, harga emas dunia sudah menyentuh level terendahnya tadi malam di angka 1.790 per troy ounce.

Penurunan harga emas tersebut sangat berkaitan dengan kebijakan Federal Reserve (The Fed) atau Bank Sentral Amerika Serikat (AS). Selama dua minggu ini, jelas Ibrahim, harga emas global cenderung naik bahkan mencapai level tertingginya di 1.854 dollar per troy ounce.

“Kemudian setelah ada pengumuman dari Bank Sentral AS, walaupun pertahankan suku bunga, tapi ada indikasi di bulan Maret dan bulan-bulan berikutnya akan menaikkan suku bunga. Ini yang membuat para spekulan langsung beralih yang tadinya ke emas jadi ke indeks dolar,” ujar Ibrahim kepada kumparan, Sabtu (29/1).

Baca Juga :  Gubernur Mirza Sambut Inisiatif Bakrie Center Fondation, Perkuat Sinergi Bumdes Penggerak Ekonomi Desa

Dengan kebijakan The Fed tersebut, indeks dolar langsung menguat di level tertingginya yaitu 97,45. Namun, Ibrahim optimis penurunan harga emas hanya bersifat sementara. Karena ada indikasi The Fed akan menurunkan suku bunga ketika konflik geopolitik yaitu perang antara Rusia dan Ukraina, pecah.

“Saya lihat bahwa penurunan ini hanya bersifat sementara karena Maret itu tinggal menunggu satu bulan lagi. Di bulan Maret pun kalau seandainya terjadi perang Rusia dan Ukraina, kemungkinan Bank Sentral AS tidak akan menaikkan suku bunga,” terangnya.

Ibrahim berpendapat, penurunan harga logam mulia ini di pasar dalam negeri hanya akan berlangsung hingga Senin depan menjelang Imlek. Kemungkinan besar, kata dia, saat memasuki Imlek harga emas kembali mengalami kenaikan.

“Ada kemungkinan besar harga emas dunia ini kembali lagi bangkit kemungkinan di atas 1.800 lagi, mungkin itu terjadi di Senin malam, dan di hari Selasa barulah harga emas dunia itu kembali ke 1.800, dan kemungkinan minggu depan di 1.835,” tutur Ibrahim.

Baca Juga :  BPD HIPMI Lampung Sukses Gelar HIPMI Half Marathon 2026, Dongkrak Perputaran Ekonomi Hingga Rp3,4 Miliar

Kenaikan ini cukup signifikan walaupun di tengah kenaikan suku bunga oleh The Fed, adanya varian COVID-19 Omicron, PDB AS saat ini sedang bagus, namun permasalahan geopolitik Rusia-Ukraina bisa saja terjadi di Februari yang bisa memberikan sentimen positif terhadap harga emas.

“Ada kemungkinan besar logam mulia itu akan meluncur di 1.923, kalau seandainya kena bersamaan dengan geopolitik ini akan sampai level 2.000-an. Nah kalau seandainya situasi geopolitik masih memanas, akan meluncur di level 2.150. Itu terakhir level tertinggi di 2022,” papar Ibrahim.

Selain itu, kata Ibrahim, harga emas dalam negeri juga bisa dipengaruhi oleh fundamental ekonomi Indonesia sendiri. Ketika kurs rupiah terhadap dolar AS menguat, harga emas akan lebih murah.

“Tapi kalau rupiahnya melemah, harganya lebih stabil. Jadi fundamental ekonomi yang bagus di dalam negeri ini menjadikan rupiah itu cukup stabil. Stabilnya uang rupiah ini bisa menahan laju penguatan harga emas,” imbuhnya.

Dia pun mendorong masyarakat yang mampu bisa membeli emas di saat harga sedang turun saat ini. Jika ingin berinvestasi, Ibrahim menyarankan dilakukan dalam jangka menengah dan panjang.

 

Red

Berita Terkait

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah
Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029
Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat
Presiden Prabowo Subianto Buka Munas HIPMI ke-XVIII di Bandar Lampung
HIPMI Lampung Gelar Rapat Pembukaan, Siap Sukseskan MUNAS ke-XVIII
Penjualan Sapi Kurban Lampung 2026 Naik 40,15 Persen, Domba Melonjak 121,76 Persen
Pemprov Lampung Perkuat Mitigasi dan Antisipasi Dampak El Nino terhadap Sektor Pertanian
Gubernur Mirza Sambut Inisiatif Bakrie Center Fondation, Perkuat Sinergi Bumdes Penggerak Ekonomi Desa
Berita ini 174 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:36 WIB

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:10 WIB

Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:42 WIB

Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:21 WIB

Presiden Prabowo Subianto Buka Munas HIPMI ke-XVIII di Bandar Lampung

Sabtu, 6 Juni 2026 - 21:59 WIB

HIPMI Lampung Gelar Rapat Pembukaan, Siap Sukseskan MUNAS ke-XVIII

Berita Terbaru