Home / HUKUM / NASIONAL

Senin, 28 Juni 2021 - 10:17 WIB

Inilah Sosok Oknum TNI yang Tembak Mati Pemred Media Online

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

LAMPUNGCORNER.COM – Inilah sosok Praka Awaludin Siagian, terduga eksekutor penembakan mati pemimpin redaksi media online di Simalungun Mara Salem Harahap alias Marsal Harahap.

Praka Awaludin Siagian merupakan anggota Tabak 2 SLT Kompi Bantuan Yonif 122/TS.

Ia mendapat tugas dan dibayar oleh Sujito, pemilik diskotek Ferrari Bar & Resto di Kota Pematangsiantar, untuk menghabisi nyawa Marsal.

Pada sebuah fotonya yang beredar di grup wartawan Medan, terlihat Awaludin, dengan panggilan “Sawal”. Ia memakai baju biru dan tersenyum ke arah kamera.

Praka Awaludin ditangkap oleh anggota Tim Intel Korem 022/PT pada Jumat dini hari (25/6/2021) sekitar pukul 01.30 WIB, di sebuah indekos di Jalan Kumpulan Pane, Keurahan Jatih, Kecamatan Bajenis, Kota Tebingtinggi, Sumatera Utara.

Setelah ditangkap, Praka Awaludin kemudian dibawa ke Makorem 022/PT.

Dari tangannya, diamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 3.470.000 dan sebuah telepon genggam merek Vivo.

Seperti diketahui, selain Praka Awaludin dan Sujito sebagai otak pelaku, tersangka lainnya dalam kasus ini adalah Yudhi, yang tak lain adalah anak buah Sujito yang bertugas sebagai humas diskotek Ferrari.

Diskotek yang dikelola Sujito sendiri diduga merupakan tempat beredarnya narkoba, yang belakangan kerap diberitakan oleh Marsal sebelum ia ditembak mati.

Sujito tak lain adalah mantan calon wali kota Pematangsiantar yang gagal terpilih pada pilkada 2015 silam.

Menurut pengakuan Sujito kepada pihak kepolisian, ia mengaku dendam pada Marsal karena dimintai “jatah” Rp12 juta per bulan dari diskotek yang ia kelola.

Selain diduga memeras Sujito Rp12 juta per bulan, Marsal juga dikabarkan sempat berkencan dengan wanita pekerja seks komersial (PSK) di Siantar Hotel dan meminum minuman beralkohol.

Fakta tersebut diungkap oleh Kapolda Sumatera Utara Irjen RZ Panca Putra Simanjuntak kepada wartawan.

Senjata api yang dipakai oleh Praka Awaludin untuk menembak Marsal diduga dibiayai oleh Sujito melalui Yudhi.

Yudhi disebut mentransfer Rp15 juta untuk membeli senjata kepada Awaludin.

Lalu pada 19 Juni, Sujito kembali mentransfer Rp 10 juta kepada Awaludin dan Rp 5 juta kepada Yudhi plus Rp 3 juta menyusul.

Dijelaskan kalau Yudhi menerima total uang Rp 8 juta dalam perkara pembunuhan ini.

Panca mengungkapkan, tersangka Sujito mengaku berniat membunuh Marsal karena merasa sakit hati karena diminta jatah uang sebesar 12 juta per bulan.

“Untuk senjata api yang digunakan buatan pabrikan Amerika bukan berasal dari institusi TNI dan diduga berasal dari perdagangan ilegal,” terang Panca.

Marsal tewas ditembak oleh OTK pada Sabtu dini hari (19/6/2021) dalam perjalanan pulang ke rumahnya, di Desa Karanganyar, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun.

Ia ditemukan tak bernyawa di dalam mobilnya oleh warga, sekitar 300 meter dari rumahnya.

Marsal sempat dilarikan ke RS Vita Insani Kota Pematangsiantar, sebelum kemudian jenazahnya dibawa ke RS Bhayangkara Medan.

Sumber: metroonlinentt.com

Red

Share :

459 views

Baca Juga

HUKUM

Kakek Curi Ban Ambulans Dicokok Polisi

HUKUM

Polda Sumsel Ungkap Kasus Penyelundupan 114 Satwa Dilindungi Senilai Rp 1,3 Miliar
Ilustrasi Tewas Foto: Istimewa

HUKUM

Timsus Bareskrim Dalami Kasus Pembunuhan Sadis Ibu dan Anak di Subang

BANDAR LAMPUNG

KPK Terima Vonis Empat Tahun untuk Adik Mantan Bupati Lampura

BANDAR LAMPUNG

Korupsi DLH Bandarlampung, Mantan Kadis Jalani Sidang Perdana

HUKUM

Pemerkosa 13 Santri Dituntut Hukuman Mati dan Kebiri

NASIONAL

Menkes Imbau Masyarakat Booster Agar Tak Meninggal saat Terpapar Covid-19

HUKUM

Seorang Pria Tewas di Parkiran Apartemen di Jakut