Jangan Bingung Moms, Ini Beda Vaksin Booster Jenis Homolog dan Heterolog

- Jurnalis

Selasa, 8 Februari 2022 - 21:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustras vaksin booster. Foto: BNPB

Ilustras vaksin booster. Foto: BNPB

LAMPUNGCORNER.COM, Program vaksin booster gratis telah tersedia untuk masyarakat sejak Rabu (12/1). Saat ini, ada lima jenis vaksin booster corona yang bisa digunakan sesuai izin dari BPOM, yaitu CoronaVac, Pfizer-BioNtech, AstraZeneca, Moderna, dan Zifivax.

Perlu dipahami, pemberian vaksin booster dibagi dua jenis, Moms. Yaitu heterolog dan homolog. Sudah tahu apa perbedaannya?

Perbedaan Vaksin Booster Homolog dan Heterolog

Vaksin booster homolog adalah pemberian vaksin lanjutan dengan jenis yang sama seperti vaksin primer pertama dan kedua. Misalnya, jika vaksin primer yang diberikan adalah CoronaVac, maka vaksin booster yang diberikan juga CoronaVac.

Baca Juga :  Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

Sementara, vaksin booster heterolog merupakan pemberian vaksin lanjutan dengan jenis yang berbeda dari vaksin primer pertama dan kedua. Misalnya, bila vaksin primer yang diberikan adalah CoronaVac, kemudian vaksin booster-nya adalah Pfizer ataupun AstraZeneca.

Baca Juga :  Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Yang juga perlu untuk dipahami, vaksin booster hanya diberikan dengan jumlah setengah dosis pada setiap orang. Sebab, menurut Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI), berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh konsorsium para ahli di Indonesia, imunogenisitas seseorang yang didapatkan setelah diberikan setengah dosis vaksin booster tidak berbeda secara signifikan dengan dosis penuh.

 

Red

Berita Terkait

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien
Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya
Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta
Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan
Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres
Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2
JKN Kian Kokoh, Layani 282,7 Juta Peserta dan Jadi Fondasi SDM Indonesia Sehat
Lobi Pemkab Lampura Berbuah Manis, RSUD Ryacudu Dapat Alkes Rp42 Miliar dan Dana Pengembangan Rp49 Miliar
Berita ini 83 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:39 WIB

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien

Senin, 27 Juli 2026 - 09:51 WIB

Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:39 WIB

Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:32 WIB

Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:50 WIB

Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres

Berita Terbaru