LAMPUNGCORNER.COM, Peneliti dari Presisi Indonesia Widdi Mugijayani menilai program Kartu Prakerja layak untuk dilanjutkan. Hal ini sesuai dengan pertimbangan efektivitas program yang ditujukan untuk meningkatkan kemampuan dan skill para pekerja di masa pandemi.
Widdi mengatakan, program ini dapat dilanjutkan karena dapat meningkatkan kompetensi, produktivitas, daya saing, dan keterampilan kewirausahaan. “Selain itu, program ini dapat meningkatkan kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan baru atau membuka usaha di masa pandemi,” katanya di Webinar Evaluasi Dampak Kartu Prakerja, Rabu (9/2).
Hasil studi menunjukkan penerima manfaat dapat meningkatkan kompetensinya sebesar 77 poin, dibandingkan non-penerima manfaat. Kompetensi tersebut diukur dengan 11 elemen.
Peningkatan produktivitas, daya saing, dan keterampilan wirausaha penerima manfaat masing-masing sebesar 24 poin, 52 poin, dan 150 poin lebih tinggi. Alasan lainnya yang tak kalah penting adalah program ini mendukung pemberdayaan perempuan.
Perempuan penerima manfaat Program Kartu Prakerja meningkatkan kompetensi mereka sebesar 95 persen poin, lebih tinggi dibandingkan dengan perempuan non-penerima. Secara perbandingan, koefisien peningkatan kompetensi perempuan lebih tinggi dibandingkan koefisien laki-laki.
Widdi juga menyebut program ini membantu penerima untuk mencukupi kebutuhan selama pandemi, karena kebanyakan penerima menggunakan insentif untuk modal kerja.
“Penerima Kartu Prakerja di luar Jawa menikmati peningkatan kompetensi yang lebih signifikan. Namun, jika dilihat peningkatan produktivitas, daya saing, dan keterampilan kewirausahaan, masih lebih optimal di pulau Jawa,” tambahnya.
Widdi memperkirakan akan ada peningkatan kesenjangan antara peserta penerima pulau Jawa dan non-pulau Jawa. Ia menyarankan perlu adanya studi lanjutan untuk memitigasi dampak tersebut,
Red














