Kata Ahli soal Perubahan Rambut yang Bisa Dialami Ibu Hamil

- Jurnalis

Rabu, 16 Maret 2022 - 09:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi perubahan rambut saat hamil. Foto: kei907/shutterstock

Ilustrasi perubahan rambut saat hamil. Foto: kei907/shutterstock

LAMPUNGCORNER.COM, Tak hanya perut yang membesar, ibu hamil umumnya juga akan mengalami beberapa perubahan lain pada tubuhnya. Ya Moms, hal tersebut terjadi karena hormon di dalam tubuh wanita juga mengalami perubahan yang signifikan selama kehamilan.

Salah satu masalah umum yang bisa dialami ibu hamil adalah kerontokan rambut. Kondisi ini mungkin cukup mengganggu dan membuat beberapa ibu hamil tidak percaya diri. Namun, kerontokan rambut selama kehamilan termasuk hal normal yang sebenarnya tidak perlu dikhawatirkan.

“Perubahan rambut adalah peristiwa fisiologis normal selama kehamilan,” kata Dokter Kandungan dan Kebidanan, Mary Steen, MD seperti dikutip dari Made for Mums.

Bahkan menurut dr. Mary, kerontokan tidak menjadi satu-satunya perubahan pada rambut yang dialami ibu hamil. Beberapa dari mereka juga bisa mengalami beberapa perubahan ini pada rambutnya.

Baca Juga :  Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Perubahan Rambut yang Umum Dialami Ibu Hamil

Rambut lebih tebal

Hormon kehamilan tidak hanya menyebabkan kerontokan pada rambut ibu hamil. Sebab, ada juga wanita yang mungkin merasakan rambutnya justru lebih tebal dan berkilau saat kandungannya menginjak trimester kedua kehamilan. Hal ini terjadi karena adanya lonjakan kadar estrogen dan progesteron yang mempengaruhi siklus pertumbuhan rambut ibu hamil.

“Beberapa wanita hamil rambutnya tampak tumbuh lebih cepat, dan itu pasti menjadi lebih tebal terutama pada trimester kedua kehamilan karena kadar estrogen dan progesteron meningkat,” jelas dr. Mary

Rambut lebih berminyak

Beberapa calon ibu menemukan tingkat kelembapan di rambut mereka berubah dengan cepat, membuatnya berminyak, berminyak, dan sulit diatur. Menurut dr. Mary, ini terjadi karena fluktuasi kadar hormon seks androgen dapat memperbesar sebaceous, yaitu kelenjar yang berada dibawah kulit. Kondisi ini menyebabkan peningkatan produksi zat berminyak yang dikenal dengan sebum.

Baca Juga :  Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Rambut lebih kering

Tak jarang ibu hamil juga menemukan rambutnya yang berubah menjadi lebih kering dan kasar dengan tekstur seperti jerami. Kondisi ini terjadi ketika tubuh ibu hamil yang berubah justru tidak merangsang kelenjar sebaceous kulit untuk menghasilkan sebum lebih banyak. Selain itu, penggunaan produk perawatan rambut yang tidak tepat bagi ibu hamil juga bisa menjadi penyebabnya.

“Wanita hamil lainnya mungkin merasa rambutnya lebih kering, bahkan ada juga yang melihat perubahan warna dan tekstur, seperti menjadi lebih keriting atau bahkan berubah dari lurus menjadi keriting,” pungkas dr. Mary.

 

Red

Berita Terkait

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien
Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya
Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta
Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan
Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres
Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2
JKN Kian Kokoh, Layani 282,7 Juta Peserta dan Jadi Fondasi SDM Indonesia Sehat
Lobi Pemkab Lampura Berbuah Manis, RSUD Ryacudu Dapat Alkes Rp42 Miliar dan Dana Pengembangan Rp49 Miliar
Berita ini 132 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:39 WIB

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien

Senin, 27 Juli 2026 - 09:51 WIB

Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:39 WIB

Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:32 WIB

Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:50 WIB

Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres

Berita Terbaru