Home / BANDAR LAMPUNG

Rabu, 16 Juni 2021 - 09:39 WIB

Kepsek dan Guru SDN 1 Pensiun, Semua Murid Dipungut Rp25 Ribu Beli Cenderamata

Ilustrasi/Kalbi Rikardo

Ilustrasi/Kalbi Rikardo

LAMPUNGCORNER.COM, BandarlampungPihak Sekolah Dasar Negeri (SDN) 1 Beringin Raya, Kecamatan Kemiling, Bandarlampung diketahui memungut uang sebesar Rp25 ribu kepada seluruh murid. Uang itu akan digunakan untuk memberi cenderamata kepada kepala sekolah Erminatati dan guru Erlena Nawi yang akan pensiun.

Dalam surat pemberitahuan yang ditandatangani langsung oleh Kepala SDN 1 Beringin Raya Erminatati pada Senin, 14 Juni 2021 lalu. Tertulis disana “Diharapkan kepada seluruh siswa/i untuk menyumbang guna pemberian cindera mata, besar sumbangan minimal Rp25.000,”.

Selain pungutan untuk cenderamata tersebut, pihak sekolah juga mewajibkan kepada murid kelas 1 hingga kelas 6 untuk membeli seragam muslim yang disiapkan pihak sekolah untuk digunakan secara rutin pada hari Jumat.

addgoogle

Nominal harga seragam yang diberikan terbilang cukup besar. Seragam muslim murid kelas 1 sampai kelas 3 ukuran M, L, dan XL dihargai Rp250 ribu, dan untuk ukuran XXL atau jumbo dipatok Rp275 ribu.

Sementara murid kelas 4 hingga kelas 6 untuk ukuran M, L, dan XL dipatok Rp275 ribu. Sementara untuk ukuran XXL dan jumbo dihargai Rp 300 ribu.

Menanggapi pungutan tersebut, Wali Kota Bandarlampung Eva Dwiana sangat menyayangkan, karena tentu sangat memberatkan wali murid.

“Bunda belum dapat informasinya, tapi akan segera ditindaklanjuti,” ungkap Eva, Selasa (15/6/2021).

Sementara, Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Bandarlampung Eka Apriana membenarkan adanya surat pemberitahuan yang dikeluarkan oleh Kepala SDN 1 Beringin Raya itu.

Pihaknya mengaku sudah mengambil tindakan dan mendatangi langsung ke sekolah dan kepada kepala sekolah sudah diberi sanksi.

“Sudah kita ambil tindakan, sudah kita berikan sanksi dan saran kepada pihak sekolah. Pada masa pandemi tentu tidak boleh ada yang begitu (mengambil pungutan). Kepala sekolah sudah menyampaikan permintaan minta maaf dan bersedia mencabut surat pemberitahuan tersebut,” paparnya.

Menurut Eka, hal itu juga berlaku untuk semua sekolah.

“Dimasa pandemi tidak boleh ada pungutan sedikitpun. Dinas akan tegas dan akan langsung ambil tindakan,” tandasnya. (*)

Red

add

Share :

349 views

Baca Juga

BANDAR LAMPUNG

Kejati Tahan Mantan Asisten II Pemprov Lampung dan Satu Rekanan Terkait Korupsi Jagung

BANDAR LAMPUNG

Tujuh Hotel Pengemplang Pajak Dibidik, Totalnya Hampir Rp1 Miliar

BANDAR LAMPUNG

Jelang Pilpres, Puan Fokus Bantu Warga Terdampak Pandemi

BANDAR LAMPUNG

Bupati Pesawaran Beberkan Penyebab Kemacetan di Jalinbar pada Diskusi Publik PWI Lampung

BANDAR LAMPUNG

Partisipasi Pemilih Disabilitas Kurang dari 50 Persen, KPU Kejar Peningkatan

BANDAR LAMPUNG

Menteri Perdagangan Diprotes di Pasir Gintung, Warga: Kami Seperti Mati di Lumbung Padi

BANDAR LAMPUNG

Kemenparekraf Kunjungi Pulau Pahawang, Aneka Rasa, hingga Puncak Mas

BANDAR LAMPUNG

Delapan Pejabat Eselon Dua Bandarlampung Di-rolling