Manfaat Sarapan untuk Dukung Konsentrasi Belajar Anak

- Jurnalis

Minggu, 20 Februari 2022 - 09:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

com-Ilustrasi ibu dan anak sedang menikmati sarapan. Foto: Shutterstock

com-Ilustrasi ibu dan anak sedang menikmati sarapan. Foto: Shutterstock

LAMPUNGCORNER.COM, Mengawali hari dengan sarapan jadi rutinitas yang penting untuk anak. Namun, tidak sedikit juga anak yang melewatkan sarapannya bersama keluarga karena tidak memiliki waktu yang cukup. Mungkin, awalnya sarapan hanya terlewat satu kali, tapi lama-lama justru menjadi kebiasaan.

Oleh karena itu, dalam rangka Pekan Sarapan Nasional (PESAN) 2022 yang jatuh pada 14-20 Februari, Blue Band berpartisipasi melakukan edukasi terkait pentingnya sarapan sehat di usia anak Sekolah Dasar yang merupakan program Pemerintah untuk meningkatkan perbaikan gizi anak-anak Indonesia.

“Kami ingin mengajak dan menginspirasi anak-anak Indonesia agar sadar akan pentingnya sarapan sehat dan juga kebutuhan nutrisi yang tercukupi, sehingga anak dapat tumbuh sehat, bahagia sekaligus ikut memerangi isu stunting,” kata Direktur Marketing Blue Band, Wilya Suwito dalam acara Virtual Press Conference pada Kamis (17/2).

Apalagi, data Riskesdas pada tahun 2013 menunjukkan 60% anak Indonesia belum memiliki kebiasaan sarapan. Sementara, 40% lainnya terbiasa sarapan tapi justru nutrisi yang didapatkan tidak mencapai 15% dari kebutuhan harian anak. Padahal, sarapan sebaiknya mengandung 20-30% dari kebutuhan gizi harian si kecil, Moms.

Baca Juga :  Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2

Yuk, simak kata ahli tentang pentingnya sarapan untuk anak.

Apa Saja Manfaat Sarapan untuk Anak?

Dokter Spesialis Gizi Klinik, dr. Diana F. Suganda, M.Kes, SpGK menjelaskan, anak-anak tidak mendapatkan asupan nutrisi sepanjang mereka tidur di malam hari. Sehingga, sarapan di pagi hari itu penting karena merupakan sumber energi pertama yang dibutuhkan anak-anak untuk mulai beraktivitas.

“Setelah semalaman tidur anak-anak tidak mendapatkan asupan apa-apa, jadi saat pagi hari sarapan itu menjadi semacam bahan baku pertama atau energi pertama yang bisa mendukung mereka untuk beraktivitas. Terutama jika anak-anak mau sekolah ya,” jelas dr. Diana.

Menurut dr. Diana, anak-anak yang akan sekolah membutuhkan konsentrasi cukup untuk dapat menyerap dan memperhatikan pelajaran. Penelitian menunjukkan bahwa anak-anak terbiasa sarapan memiliki tingkat fokus dan perhatian yang lebih tinggi karena mendapatkan asupan nutrisi yang lengkap termasuk karbohidrat dan protein.

“Salah satu energi yang paling mudah diserap otak adalah glukosa yang bisa kita dapat dari karbohidrat seperti nasi atau roti. Kemudian saat anak-anak diharuskan untuk konsentrasi mereka perlu memusatkan perhatian pada guru atau tugasnya, sehingga mereka juga butuh protein seperti telur, ikan, ayam atau susu,” lanjut dr. Diana.

Baca Juga :  Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Anak-anak yang tidak sarapan mungkin tidak akan merasa kelaparan. Tapi menurut dr. Diana, konsentrasi mereka akan berkurang saat belajar dan lebih banyak melamun, karena otaknya tidak mendapatkan energi yang cukup untuk berkonsentrasi. Mereka juga mungkin terlihat mengantuk di sekolah, padahal sudah mendapatkan cukup tidur di malam hari. Ini disebabkan oleh otak yang kekurangan energi terutama karbohidrat dan protein.

Oleh karena itu, sangat penting bagi orang tua, guru, hingga tenaga kesehatan untuk mengedukasi anak soal pentingnya sarapan. Sarapan itu porsinya tidak harus besar, karena memang tidak semua anak bisa mengonsumsi makanan penuh di pagi hari. Orang tua bisa memberikan porsi kecil untuk sarapan, namun tetap mengandung gizi seimbang termasuk karbohidrat, protein, hingga serat.

 

Red

Berita Terkait

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien
Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya
Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta
Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan
Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres
Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2
JKN Kian Kokoh, Layani 282,7 Juta Peserta dan Jadi Fondasi SDM Indonesia Sehat
Lobi Pemkab Lampura Berbuah Manis, RSUD Ryacudu Dapat Alkes Rp42 Miliar dan Dana Pengembangan Rp49 Miliar
Berita ini 98 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:39 WIB

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien

Senin, 27 Juli 2026 - 09:51 WIB

Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:39 WIB

Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:32 WIB

Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:50 WIB

Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres

Berita Terbaru