LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah kembali menguat. Berdasarkan data kurs transaksi Bank Indonesia (BI) hari ini, rupiah tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dengan kurs jual berada di level Rp17.047,81 per dolar AS dan kurs beli Rp16.878,19 per dolar AS.
Pergerakan nilai tukar rupiah tersebut berpotensi berdampak langsung pada perekonomian, terutama terhadap harga barang dan jasa. Jika pelemahan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, tekanan akan semakin terasa pada sektor-sektor yang bergantung pada bahan baku impor.
Tak hanya itu, depresiasi rupiah juga berisiko memperbesar beban subsidi energi, khususnya bahan bakar minyak, serta meningkatkan kewajiban pembayaran utang luar negeri. Kondisi ini pada akhirnya dapat menambah tekanan terhadap defisit anggaran negara.
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dikutip dari akun YouTube resmi Bank Indonesia, menjelaskan bahwa dinamika nilai tukar rupiah tak terlepas dari gejolak ekonomi global.
“Nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh aliran keluar modal asing seiring meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global,” ujar Perry.
Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga dipicu oleh meningkatnya kebutuhan valuta asing dari sektor perbankan dan korporasi dalam negeri, sejalan dengan naiknya aktivitas ekonomi domestik.
Merespons kondisi tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi di pasar keuangan.
“Bank Indonesia menempuh dan meningkatkan intensitas langkah-langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar Non-Delivery Forward, baik di offshore maupun onshore Domestic Non-Delivery Forward, serta di pasar spot,” tegas Perry.
Ke depan, Bank Indonesia memastikan akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik, serta menyesuaikan bauran kebijakan yang diperlukan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan sistem keuangan nasional secara keseluruhan. (*)
Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari















