Nilai Tukar Melemah, Bank Indonesia Tancap Gas Jaga Stabilitas Rupiah

- Jurnalis

Kamis, 22 Januari 2026 - 21:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi mata uang. Sumber: freepik.com

Ilustrasi mata uang. Sumber: freepik.com

LampungCorner.com, BANDAR LAMPUNG – Tekanan terhadap nilai tukar rupiah kembali menguat. Berdasarkan data kurs transaksi Bank Indonesia (BI) hari ini, rupiah tercatat melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), dengan kurs jual berada di level Rp17.047,81 per dolar AS dan kurs beli Rp16.878,19 per dolar AS.

Pergerakan nilai tukar rupiah tersebut berpotensi berdampak langsung pada perekonomian, terutama terhadap harga barang dan jasa. Jika pelemahan berlangsung dalam jangka waktu yang panjang, tekanan akan semakin terasa pada sektor-sektor yang bergantung pada bahan baku impor.

Tak hanya itu, depresiasi rupiah juga berisiko memperbesar beban subsidi energi, khususnya bahan bakar minyak, serta meningkatkan kewajiban pembayaran utang luar negeri. Kondisi ini pada akhirnya dapat menambah tekanan terhadap defisit anggaran negara.

Baca Juga :  Koperasi IJP Lampung Maju Sejahtera, Didukung Kementerian Koperasi dan UMKM

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, dikutip dari akun YouTube resmi Bank Indonesia, menjelaskan bahwa dinamika nilai tukar rupiah tak terlepas dari gejolak ekonomi global.

“Nilai tukar rupiah dipengaruhi oleh aliran keluar modal asing seiring meningkatnya ketidakpastian di pasar keuangan global,” ujar Perry.

Selain faktor global, tekanan terhadap rupiah juga dipicu oleh meningkatnya kebutuhan valuta asing dari sektor perbankan dan korporasi dalam negeri, sejalan dengan naiknya aktivitas ekonomi domestik.

Baca Juga :  Daya Beli Masyarakat Lampung Menguat, Pembelian Kendaraan Baru Naik 21 Persen pada Triwulan I 2026

Merespons kondisi tersebut, Bank Indonesia menegaskan komitmennya untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dengan terus memperkuat langkah-langkah stabilisasi di pasar keuangan.

“Bank Indonesia menempuh dan meningkatkan intensitas langkah-langkah stabilisasi melalui intervensi di pasar Non-Delivery Forward, baik di offshore maupun onshore Domestic Non-Delivery Forward, serta di pasar spot,” tegas Perry.

Ke depan, Bank Indonesia memastikan akan terus mencermati perkembangan pasar keuangan global dan domestik, serta menyesuaikan bauran kebijakan yang diperlukan guna menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan ketahanan sistem keuangan nasional secara keseluruhan. (*)

Laporan: Budi Sudewo
Editor: Furkon Ari

Berita Terkait

Gubernur Mirza Dukung Penuh Penyusunan Roadmap Program PLN Masuk Desa
DPD HKTI Provinsi Lampung Salurkan Dua Ekor Sapi Kurban
Hore! Gubernur Mirza Beri Diskon Pajak Kendaraan Bagi Masyarakat
Sekdaprov Marindo dan Jajaran Direksi Bank Lampung Hadiri Rapat Kerja KUB Bank Jatim Tahun 2026
Komitmen Atasi Sulitnya Akses BBM Subsidi, Dinas ESDM Lampung Siapkan 3 Solusi
Gubernur Mirza Teken MoU Bersama President Citaglobal Malaysia, Perkuat Energi Hijau Berkelanjutan
Wagub Jihan Jadi Narasumber Talkshow Gapembi, Program MBG Instrumen Penting Cetak SDM Unggul
Dua Tahun Mandek, Korban Investasi Fiktif Pertanyakan Kinerja Polda Lampung
Berita ini 22 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 26 Mei 2026 - 19:31 WIB

Gubernur Mirza Dukung Penuh Penyusunan Roadmap Program PLN Masuk Desa

Selasa, 26 Mei 2026 - 16:03 WIB

DPD HKTI Provinsi Lampung Salurkan Dua Ekor Sapi Kurban

Sabtu, 23 Mei 2026 - 13:55 WIB

Hore! Gubernur Mirza Beri Diskon Pajak Kendaraan Bagi Masyarakat

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:25 WIB

Sekdaprov Marindo dan Jajaran Direksi Bank Lampung Hadiri Rapat Kerja KUB Bank Jatim Tahun 2026

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:19 WIB

Komitmen Atasi Sulitnya Akses BBM Subsidi, Dinas ESDM Lampung Siapkan 3 Solusi

Berita Terbaru