OJK Akui Pembiayaan ke UMKM Masih Seret, Apa Penyebabnya?

- Jurnalis

Jumat, 4 Februari 2022 - 21:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pekerja menyelesaikan pesanan bordir pakaian di tempat produksi Sablon dan Bordir Merpati, Blok M Square. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Pekerja menyelesaikan pesanan bordir pakaian di tempat produksi Sablon dan Bordir Merpati, Blok M Square. Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

LAMPUNGCORNER.COM, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengungkapkan sejumlah tantangan dalam penyaluran pembiayaan bagi UMKM. Advisor Strategic Committee OJK yang juga merupakan Ketua Satgas Pengembangan Keuangan Syariah dan Ekosistem UMKM, Ahmad Buchori, mengatakan tantangan pertama yang menghambat penyaluran pembiayaan ke UMKM adalah penyebaran COVID-19 varian omicron. Untuk itu, ia merasa pemerintah perlu bergerak cepat dalam mengendalikan pandemi.

“Penyebaran varian omicron sejak November 2021 di Indonesia akan cukup berdampak pada penyaluran pembiayaan kepada UMKM, sehingga diperlukan adanya pengendalian pandemic dan program pemulihan UMKM,” ujar Ahmad dalam Media Briefing Kebijakan OJK Dalam Mendukung Program UMKM, Jumat (4/2).

Selain itu, secara tidak langsung adanya kebijakan The Fed untuk mempercepat laju pengurangan pembelian aset (tapering) dan rencana kenaikan suku bunga sampai dengan tiga kali di tahun 2022 juga akan berdampak pada laju pembiayaan terhadap UMKM.

Baca Juga :  Pasar Otomotif Berubah, Mobil Listrik Kian Menguat di 2026

Di sisi lain, program edukasi dan pendampingan kepada pelaku UMKM terkait dengan produk keuangan juga masih rendah. Kondisi inilah yang menyebabkan banyak UMKM masih tergiur dengan pinjaman online illegal dan pinjaman dari rentenir.

Tak hanya itu, kata Ahmad, perlu adanya peningkatan awareness Industri Jasa Keuangan agar persentase portofolio pembiayaan kepada UMKM bisa naik hingga 30 persen. Hal ini bisa dilakukan baik melalui paket kebijakan maupun mempersiapkan database UMKM yang mampu dimanfaatkan oleh Lembaga Jasa Keuangan untuk mempermudah analisa kredit.

Ahmad juga menilai, program pembiayaan kepada UMKM yang telah ada saat ini masih perlu didorong pelaksanaannya agar kian masif. Khususnya untuk pinjaman tanpa agunan seperti Kredit Usaha Rakyat dengan skema klaster, Kredit/Pembiayaan Melawan Renternir (K/PMR), Kemudahan UMKM untuk go public, dan penyempurnaan kebijakan seperti ketentuan branchless banking.

Baca Juga :  Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

“Selain itu produk-produk UMKM lokal yang belum berorientasi ekspor juga masih terbatas. Sehingga perlu adanya jalur pembinaan agar mampu mendorong produksi dan adanya permintaan modal yang naik secara signifikan,” ujarnya.

Ahmad menilai UMKM masih membutuhkan dukungan penuh dari Kementerian atau Lembaga dan Pemerintah Daerah serta Industri Jasa Keuangan khususnya yang tergabung dalam Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) melalui Gernas BBI, baik mendorong kegiatan business matching, maupun pendampingan untuk go digital serta kemudahan akses permodalan bagi UMKM.

 

Red

Berita Terkait

PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik
Pasar Otomotif Berubah, Mobil Listrik Kian Menguat di 2026
Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah
Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029
Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat
Presiden Prabowo Subianto Buka Munas HIPMI ke-XVIII di Bandar Lampung
HIPMI Lampung Gelar Rapat Pembukaan, Siap Sukseskan MUNAS ke-XVIII
Penjualan Sapi Kurban Lampung 2026 Naik 40,15 Persen, Domba Melonjak 121,76 Persen
Berita ini 74 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 18:10 WIB

PTPN I Gandeng PWI Lampung, Perkuat Promosi Produk Berkualitas ke Publik

Senin, 6 Juli 2026 - 19:52 WIB

Pasar Otomotif Berubah, Mobil Listrik Kian Menguat di 2026

Kamis, 25 Juni 2026 - 21:36 WIB

Pemprov Lampung Luncurkan Toko Tapis, Dorong UMKM Masuk Ekosistem Digital dan Perkuat Ekonomi Daerah

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:10 WIB

Resmi! Ade Jona Prasetyo Terpilih Aklamasi di Munasi XVIII, Nahkoda Baru HIPMI 2026-2029

Kamis, 11 Juni 2026 - 20:42 WIB

Gubernur Lampung Dampingi Presiden Resmikan RS KH M Tohir di Pesisir Barat

Berita Terbaru

BREAKING NEWS

Update Gempa NTT: 53 Meninggal, 154 Rumah Rusak Berat

Minggu, 16 Agu 2026 - 20:21 WIB

BREAKING NEWS

Bencana NTT, Pemerintah Siapkan Penanganan hingga Rehabilitasi

Minggu, 16 Agu 2026 - 15:29 WIB

Plt. Kepala BPKAD Lampura, Iskandar Helmi. Foto dok

BREAKING NEWS

Bukan Rp12,05 Miliar, Ini Anggaran BPKAD Lampura Setelah Efisiensi

Minggu, 16 Agu 2026 - 13:51 WIB

BREAKING NEWS

Gempa NTT: Prabowo Salurkan 50 Ribu Paket Sembako

Sabtu, 15 Agu 2026 - 20:22 WIB