Home / HUKUM / PRINGSEWU

Sabtu, 10 Juli 2021 - 21:13 WIB

Polisi Tembak Anggota Sindikat Curanmor Lintas Kabupaten, Satu Lolos

Foto: Humas Polres Pringsewu

Foto: Humas Polres Pringsewu

Pringsewu — Tim khusus anti bandit (Tekab) 308 Satreskrim Polres Pringsewu menangkap dua anggota sindikat pencuri sepeda motor lintas kabupaten asal Kecamatan Bulok, Tanggamus.

Kasatreskrim Polres Pringsewu Iptu Feabo Adigo Mayora Pranata menjelaskan, dua tersangka Arya Dilla (30) dan Deni Aryansyah (20).

“Mereka warga Pekon Sukabandung Kecamatan Bulok, Tanggamus,” papar Feabo. Sayang, satu tersangka lainnya berhasil kabur.

Kedua tersangka diamankan atas dugaan mencuri sepeda motor Honda Vario BE 5715 US, Senin (15/6/2021) sekira pukul 13.30 WIB.

Korban Dewi Masrurah (39) saat itu memarkirkan kendaraannya di depan rumahnya, Pekon Wates, Gadingrejo, Pringsewu.

“Korban merugi sekitar Rp15 juta dan melapor ke polisi hari itu juga,” ujarnya, Sabtu (10/7/2021) siang.

Polisi kemudian berhasil mengidentifikasi salah satu tersangka, yakni Deni. Ia ditangkap di rumahnya, pukul 01.00 WIB Jumat (9/7/2021).

Deni merupakan residivis kasus curanmor (pencurian kendaraan bermotor) yang baru bebas dari Rutan Krui pada Februari 2021.

Dari “nyanyiannya”, polisi menggerebek Arya yang sedaang tidur di sebuah rumah kosong tak jauh dari kediamannya.

“Arya melakukan perlawanan dan ditembak di kaki sebelah kiri,” terus Faebo mewakili Kapolres Pringsewu AKBP Hamid Andri Soemantri.

Dari interogasi, kedua tersangka mengaku setidaknya telah melakukan pencurian 6 unit sepeda motor berbagai jenis di enam TKP yang tersebar di tiga kabupaten.

Yakni dua unit Honda Beat dengan TKP Desa Bunut, Wayratai dan di depan warung bakso di Desa Kedondong, Pesawaran.

Kemudian 3 TKP di Pringsewu, masing-masing Honda Vario di Pekon Wates, Gadingrejo, Honda Beat di Pekon Tanjunganom, Ambarawa, dan Honda Beat di Pekon Karangsari, Pagelaran.

Sedangkan satu TKP lain di wilayah Kecamatan Suoh, Lampung Barat, juga sepeda motor Honda beat.

Dalam aksi kriminalnya, tersangka menggunakan sistem acak dan membekali diri dengan alat berupa kunci leter T untuk merusak kunci kontak sepeda motor.

“Jadi sistemnya, tersangka pergi bertiga dengan satu sepeda motor. Ketika melihat ada sepeda motor yang sedang diparkir dan kurang pengawasan, mereka mencurinya,” ujar Faebo.

Tersangka biasa berganti peran. Ada yang siaga di atas sepeda motor sambil mengawasi situasi dan sebagai eksekutor.

Setelah sepeda curian dijual dengan harga Rp2-4 jutaan, tergantung kondisi kendaraan.

“Uang hasil penjualan sepeda motor dibagi rata dan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari,” tambahnya.

Mereka dijerat Pasal 363 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman maksimal 7 tahun penjara. (*)

Red

Share :

345 views

Baca Juga

HUKUM

Pria Ini Nekat Menanam Enam Pot Ganja di Kamar Mandi

BANDAR LAMPUNG

Penyebar Video Hoaks Kericuhan di Pasar Metro Ditetapkan Tersangka

HUKUM

Ini Kronologi Pembantaian KKB Terhadap Dua Pegawai PT Indo Papua

BANDAR LAMPUNG

Korupsi Benih Jagung, Mantan Kadis dan Rekanan Ditahan di Way Huwi

BANDAR LAMPUNG

Enam Pemuda Digerebek Saat Transaksi Narkoba, Polisi Sita Belasan Pil Psikotropika

HUKUM

Penyelundupan 30kg Ganja di Pelabuhan Tanjung Kalian Berhasil di Gagalkan Polisi

HUKUM

Sabu Senilai Rp20 M Disamarkan Melalui Kemasan Teh dari Tiongkok, Rencananya Dipasarkan di Jakarta

PRINGSEWU

Adi Erlansyah Jadi Imam Sholat Isya-Taraweh di Masjid Al-Fajar Sukoharjo 1 dan Berikan Bantuan Ambal juga Sarung