PORKAB Perdana Diduga Sarat Mark Up, Dana Hibah Dipertanyakan, Cabor Teriak!

- Jurnalis

Kamis, 31 Juli 2025 - 20:47 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi

Foto ilustrasi

LampungCorner.com,Tubaba – Pekan Olahraga Kabupaten (PORKAB) perdana yang semestinya menjadi ajang pembinaan dan kebanggaan olahraga di Tulang Bawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, justru menyisakan tanda tanya besar.

Dugaan mark up anggaran mencuat setelah sejumlah pengurus Cabang Olahraga (Cabor) mengungkap kejanggalan dana hibah yang dikelola Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) setempat.

KONI Tubaba, melalui Ketua Kodari, mengklaim telah menerima dan mengelola dana hibah dari Pemprov melalui KONI Lampung sebesar Rp.100 juta.

“Dana ini dibagikan ke masing-masing Cabor dengan nilai sekitar Rp.10 juta per Cabor. Tapi ada juga untuk keperluan mobilisasi, sewa sound system, dan kebutuhan teknis lainnya,” kata Kodari kepada media beberapa waktu lalu.

Namun, pernyataan itu justru dibantah oleh sejumlah pengurus Cabor yang menyatakan hanya menerima sekitar Rp.5 juta, bahkan dana itu sudah termasuk seluruh kebutuhan kegiatan. Lebih miris lagi, tidak ada anggaran hadiah untuk para atlet yang berhasil juara dalam ajang tersebut.

Baca Juga :  Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah

“Tidak ada Rp.10 juta, cuma sekitar Rp.5 juta. Semua kebutuhan sudah harus ditutup dari itu. Hadiah untuk anak-anak yang menang pun tidak disiapkan,” ujar salah satu pengurus Cabor yang enggan disebut namanya, Kamis (31/07/2025).

Ketimpangan data ini memunculkan dugaan serius soal transparansi dan akuntabilitas penggunaan dana hibah tersebut. Pasalnya, Cabor yang mengikuti kegiatan PORKAB perdana Tubaba yang digelar sejak 27-31 Juli 2025 hanya 4 Cabor, yaitu Pencak Silat, Karate, Bola Voli, dan Sepak Bola. Jika setiap Cabor hanya menerima berkisar Rp.5 juta dari total anggaran Rp.100 juta, maka muncul pertanyaan, ke mana larinya sisa dana puluhan juta rupiah tersebut?.

Baca Juga :  Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

Publik pun mulai mempertanyakan integritas KONI Tubaba dalam pengelolaan dana negara, apalagi menyangkut program olahraga yang menyasar generasi muda dan pembinaan atlet daerah. Masyarakat setempat bahkan mendesak agar aparat penegak hukum turun tangan mengaudit penggunaan dana PORKAB demi mencegah potensi praktik korupsi berjubah kegiatan olahraga, apalagi sudah banyak Kepala Tiyuh juga mengaku adanya kontribusi untuk kepentingan rangkaian PORKAB hingga Rp.4 juta.

Dengan sorotan ini, masyarakat dan pelaku olahraga berharap ada kejelasan serta transparansi penuh. Jangan sampai ajang olahraga yang seharusnya membangun malah menjadi ladang bancakan anggaran. (Rian)

Berita Terkait

Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan
Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah
Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu
Sejumlah Komoditas di Tubaba Naik Jelang Ramadhan, Pemkab Pastikan Masih Terkendali
Waspada! Oknum Manfaatkan Mutasi Kajari Tubaba untuk Penipuan
Novriwan Jaya Buka Manasik Haji 1447 H, 148 CJH Dapat Pembekalan Terintegrasi
Baznas Tubaba Bantu Akomodasi Pengobatan Warga Bandar Dewa
Tersisa Dua Syarat, Pemkab Tubaba Segera Lengkapi Berkas Usulan Sekolah Rakyat
Berita ini 149 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 17:09 WIB

Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:27 WIB

Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:18 WIB

Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:20 WIB

Sejumlah Komoditas di Tubaba Naik Jelang Ramadhan, Pemkab Pastikan Masih Terkendali

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:34 WIB

Waspada! Oknum Manfaatkan Mutasi Kajari Tubaba untuk Penipuan

Berita Terbaru