LAMPUNGCORNER.COM, PT Bukit Asam Tbk (PTBA) akan memperkuat rantai pasokan batu bara di jalur darat dengan bekerja sama dengan PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Targetnya, angkutan batu bara jalur kereta api mencapai kapasitas 72 juta ton per tahun pada 2026 mendatang.
Direktur Utama PTBA, Arsal Ismal, mengungkapkan kerja sama ini merupakan bukti perusahaan memprioritaskan pengembangan proyek angkutan batu bara melalui jalur kereta api untuk memastikan ketahanan listrik nasional.
“Jadi di PTBA, angkutan menjadi prioritas utama agar kapasitas kami bisa meningkat menjadi kurang lebih 70-an juta ton pada 2026,” ujar Arsal saat konferensi pers, Senin (7/3).
Arsal memaparkan beberapa proyek angkutan batu bara via jalur kereta api ke depan, di antaranya adalah pengembangan jalur baru Tanjung Enim arah utara yaitu Tanjung Enim-Dermaga Keramasan (Palembang). Targetnya akan beroprasi pada kuartal IV 2024.
“Nanti akan kami bangun dengan kapasitas 20 juta ton per tahun, yang akan dibangun oleh PT KAI itu dermaganya dan PTBA di train loring sistemnya beserta core handling facility,” jelas dia.
Proyek selanjutnya adalah pengembangan angkutan batu bara ke Dermaga Praden. Arsal menyebutkan kapasitas angkut ini akan bertambah 20 juta ton, menjadi 40 juta ton per tahun dan direncanakan akan beroprasi pada kuartal III 2026.
“Fasilitasnya nanti ke Praden ini akan kami gunakan untuk rantai pasokan ke PLN, dengan demikian kami harapkan kerjasama sinergi BUMN untuk rantai pasokan batu baranya,” tutur Arsal.
Salah satu bukti konkret dari sinergi BUMN untuk meningkatkan ketahanan listrik nasional ini, lanjut Arsal, adalah penandatanganan Head of Agreement (HoA) antara PTBA, PT KAI, dengan PLN yang telah terlaksana pada 16 Februari 2022 lalu.
Selanjutnya, proyek yang akan dilakukan PTBA adalah pengembangan fasilitas eksisting dari Tanjung Enim arah utara ke Dermaga Kertapati yang telah beroperasi sejak kuartal I 2020, kapasitasnya meningkat dari 5 juta ton menjadi 7 juta ton pada kuartal IV 2021.
“Kemudian untuk Tanjung Enim arah selatan itu Tarahan 1, pengembangan kapasitas jalur eksistingnya menjadi 25 juta ton per tahun, ini sudah bisa terealisasi pada kuartal II 2021,” tutup Arsal.
Red














