Risiko Bila Gigi Susu Anak Tidak Disikat setiap Hari

- Jurnalis

Selasa, 22 Februari 2022 - 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi anak sikat gigi Foto: Shutter Stock

Ilustrasi anak sikat gigi Foto: Shutter Stock

LAMPUNGCORNER.COM, Gigi susu merupakan gigi sulung anak yang mulai tumbuh pada usia 6 bulan dan akan lengkap pada usia 3 tahun. Kehadiran gigi susu akan membantu anak mencerna makanan dan mendukung perkembangan bahasanya.

Meski akan berganti dengan gigi permanen, gigi susu perlu dirawat dengan seksama, Moms. Antara laind dengan menjaga kesehatan dan kebersihan gigi dan mulut si kecil sejak dini dengan menyikat gigi setiap hari.

Sayangnya, tidak semua anak menyukai aktivitas menyikat gigi. Mereka mungkin enggan menyikat gigi karena malas, tidak suka dengan rasa pasta giginya, atau tidak tahu caranya menyikat gigi yang benar. Padahal bila gigi susu tidak disikat setiap hari, ada dampak kesehatan yang dapat muncul!

Baca Juga :  Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Dampak Bila Gigi Susu Anak Tidak Disikat Setiap Hari

dr.Kimberly Giuliano dari Cleveland Clinic, semua pusat kesehatan nonprofit milik Akademi Medis Amerika di Ohio, AS, menjelaskan, gigi susu perlu disikat setiap hari. Jika tidak, akan muncul risiko plak dan karang gigi yang nantinya akan menyebabkan gigi berlubang. Sebab, gigi susu memiliki lapisan email yang lebih tipis daripada gigi permanen, sehingga lebih rentan terhadap gigi berlubang.

Rongga yang muncul pada gigi susu juga lebih cepat menyebar, bahkan mencapai gigi permanen yang masih berada di dalam gusi. Gigi berlubang akibat anak tidak menyikat gigi secara teratur berisiko mengalami sakit gigi, tidak dapat mengunyah makanan dengan baik, hingga bau mulut karena penumpukan bakteri.

Baca Juga :  Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2

Selain itu, dr. Kimberly juga mengatakan menyikat gigi yang tidak tepat atau tidak teratur juga dapat menyebabkan bakteri berkembang di dalam tubuh anak. Pada akhirnya, si kecil bisa mengalami peradangan dan penyakit tidak hanya di dalam mulutnya, tetapi di berbagai sistem tubuh anak.

Sementara laman Children’s Dental and Orthodontics melansir, banyak anak menderita kerusakan gigi susu yang sebenarnya bisa dicegah sejak dini. Kerusakan gigi susu akan langsung berpengaruh pada gigi permanen yang tentunya memiliki dampak jangka panjang, termasuk kesulitan berbicara dan pengucapan, hingga masalah konsentrasi pada anak.

 

Red

Berita Terkait

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien
Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya
Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta
Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan
Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres
Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2
JKN Kian Kokoh, Layani 282,7 Juta Peserta dan Jadi Fondasi SDM Indonesia Sehat
Lobi Pemkab Lampura Berbuah Manis, RSUD Ryacudu Dapat Alkes Rp42 Miliar dan Dana Pengembangan Rp49 Miliar
Berita ini 167 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:39 WIB

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien

Senin, 27 Juli 2026 - 09:51 WIB

Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:39 WIB

Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:32 WIB

Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:50 WIB

Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres

Berita Terbaru