LAMPUNGCORNER.COM, Karantina Pertanian Mamuju, Sulawesi Barat, melakukan pemeriksaan terhadap 87 kilogram sarang burung walet (SBW) yang hendak dikirim ke Salatiga, Jawa Tengah, melalui jasa pengiriman barang.
Pejabat Karantina Hewan, Sri Widayati, mengatakan bahwa pemeriksaan tersebut meliputi pemeriksaan kesesuaian jumlah, fisik, dan kemasan.
“Jumlah yang dikirim dan disertifikasi telah sesuai, kondisi SBW bersih dan kemasan juga dalam kondisi rapi dan utuh,” kata Sri, Jumat (11/2/2022).
“Setelah melakukan pemeriksaan, selanjutnya kami menerbitkan sertifikat sanitasi yang menandakan SBW tersebut layak diberangkatkan,” tambah dia.
Kepala Karantina Pertanian Mamuju, Agus Karyono, menambahkan, sarang burung walet merupakan salah satu komoditas pertanian yang berpotensi untuk eskpor.
“Jika merujuk pada harga pasar dalam negeri, harga SBW per kilogram adalah Rp 12 juta, itu berarti SBW yang dikirim hari ini mencapai Rp 1 miliar. Peternak mampu meraup keuntungan yang lebih apabila SBW tersebut diekspor karena mengalami peningkatan nilai mencapai 4 kali lipat,” jelas Agus.
Dia menyebutkan, Karantina Pertanian Mamuju telah mensertifikasi sebanyak 1.336 kilogram sarang burung walet dengan frekuensi 49 kali pengiriman sepanjang tahun 2020.
“Sedangkan untuk tahun 2021 mengalami peningkatan, baik itu volumenya maupun frekuensinya yaitu sebanyak 2.662 kilogram dengan frekuensi 57 kali pengiriman,” ujarnya.
Agus optimistis untuk tahun 2022, sarang burung walet tersebut semakin meningkat terlebih Karantina Pertanian Mamuju telah memberikan bimbingan teknis kepada seluruh petani walet selama 2021 serta lalu lintas transportasi yang semakin meningkat.
Red















