LAMPUNGCORNER.COM — Akhirnya. Prediksi saya menjadi kenyataan. Keputusan itu berdampak terhadap ekonomi Lampung.
Keputusan yang tidak populis itu. Yang memberatkan bagi masyarakat itu. Yang keluar saat situasi ekonomi belum baik-baik saja itu.
Ya, pada akhir Mei 2023, manajemen PT Hutama Karya memutuskan menaikkan tarif tol Lampung. Tingkat kenaikannya membuat saya kala itu sampai geleng-geleng kepala: 60 persen!
Saat itu, saya sudah memprediksi, banyak dampak yang terjadi akibat keputusan itu. Salah satunya tentu berimbas terhadap kondisi ekonomi provinsi ini.
Terbukti!
Badan Pusat Statistik (BPS) Lampung awal bulan lalu mengumumkan: Juni 2023, Lampung inflasi 0,16 persen!
Salah satu faktor pemicunya karena kenaikan tarif tol Lampung.
Informasi itu disampaikan Kepala BPS Lampung Atas Parlindungan Lubis. Melalui akun YouTube BPS Lampung, Senin (3/7/2023).
Saya menyakini, manajemen PT Hutama Karya merasa tidak nyaman. Karena keputusannya itu dituding sebagai pemicu inflasi Lampung.
Tapi, PT Hutama Karya patut ingat. Data inflasi itu dikeluarkan BPS Lampung -instansi data-.
Yang harus mengumumkan hitam adalah hitam. Putih bukanlah jingga. Data tidak beragama. Tidak bersuku bangsa. Dan tidak berpartai.
Karenanya, manajemen PT Hutama Karya harus menerima data BPS yang diungkapkan awal bulan itu sebagai data.
Datanya: pada Juni 2023 Lampung inflasi 0,16 persen. Salah satu faktor pemicunya keputusan PT Hutama Karya. Menaikkan tarif tol Lampung. Hingga 60 persen.
Sebelumnya, manajemen PT Hutama Karya telah mengakui. Ada penurunan pengguna tol. Pasca perusahaan itu menaikkan tarif tol Lampung.
Namun, PT Hutama Karya yakin, ke depannya jumlah pengguna jalan tol di Lampung bisa kembali normal.
Alasannya, karena pengguna tol akan merasakan benefit, ketika memilih menggunakan jalan tol, dibandingkan jalan lintas Sumatera.
Saya cukup heran dengan pernyataan PT Hutama Karya itu. Yang disampaikan EPV Divisi Human Capital PT Hutama Karya Mardiansyah itu. Di beberapa media massa itu.
Padahal, kenaikan tarif tol Lampung ini bukan hanya bicara soal pengguna jalan tol saja. Tapi juga dampak ekonominya.
Sebab, kenaikan tarif itu telah memicu inflasi di provinsi ini. Berimbas terhadap kenaikan harga barang dan jasa lainnya.
Padahal, Presiden Jokowi pernah menyampaikan harapannya. Terkait pembangunan jalan tol pada beberapa daerah Indonesia. Termasuk Lampung tentunya.
Jokowi berharap, jalan tol dapat memudahkan mobilitas antar kota. Lebih cepat. Tepat waktu. Dan, murah!
Karenanya, sudah tentu keputusan PT Hutama Karya menaikkan tarif tol Lampung itu tidak sesuai dengan harapan Jokowi. Terlebih malah menjadi pemicu inflasi.
Untuk itu, sudah sepatutnya PT Hutama Karya mengkaji ulang kenaikan tarif tol Lampung.
Tentu harapannya adalah: menurunkan tarif tol Lampung!
(Wirahadikusumah)









