LAMPUNGCORNER.COM, Tahun 2021 menjadi tahun yang sangat baik untuk Toyota Motor Corporation. Pabrikan asal Jepang itu berhasil mencatatkan angka penjualan sebanyak 10 juta unit (10.495.548 unit). Angka tersebut menjadikan Toyota sebagai pabrikan terlaris tahun 2021.
Berdasarkan keterangan resmi Toyota, penjualan tersebut merupakan gabungan dari penjualan merek Toyota, Daihatsu, dan Hino.
Toyota menjadi merek paling mendominasi dengan mencatat 9.615.157 unit, kemudian Daihatsu 752.179 unit, dan Hino 155.212 unit.
Apabila dibandingkan dengan tahun 2020, penjualan itu mengalami kenaikan sebesar 10,1 persen dari 9.528.438 unit dengan rincian Toyota mengalami kenaikan penjualan 10,6 persen dari 8.692.168 unit, Daihatsu naik sebesar 4,5 persen dari 693.977 unit, sementara Hino juga turut naik 9,1 persen dari 142.293 unit.
Toyota menjelaskan, performa penjualan tahun 2021 sangat baik dibanding tahun 2020 berkat kasus COVID-19 yang kian membaik di seluruh dunia.
“Pada tahun 2021, efek dari penyebaran COVID-19 tidak separah dengan tahun 2020, hasilnya, penjualan dan produksi mengalami kenaikan,” tulis Toyota Global dalam keterangan resminya.
Bicara produksi, Toyota Group berhasil mencatatkan 10.076.246 unit, dengan total 6.185.272 unit yang diproduksi di luar Jepang dan 3.890.974 diproduksi secara lokal di Jepang.
Toyota sendiri berhasil mencatatkan angka produksi 8.583.985 unit yang naik sebesar 8,5 persen dari 7.909.488 unit. Adapun, dari total produksi itu, 5.706.023 unit diproduksi di luar Jepang, sementara 2.877.962 unit diproduksi di Jepang.
Rival Toyota mengalami mencatatkan penjualan terburuk
Mengutip dari Nikkei Asia, rival utama Toyota, Volkswagen Group harus puas dengan mencatatkan total penjualan 8.882.000 unit. Sudah termasuk dengan penjualan Audi dan Porsche serta beberapa kendaraan komersial seperti Scania dan MAN.
Lebih lanjut, penjualan Volkswagen terkoreksi sebesar 4,5 persen dari 9.305.000 unit. Penjualan Volkswagen diklaim sebagai terendah dalam 10 tahun.
Penjualan Volkswagen mengalami penurunan lantaran krisis chip semikonduktor yang tak kunjung reda. Bahkan, di salah satu target pasar utamanya di China juga turun karena rivalnya, Tesla.
Red













