4 Cara Ajari Anak untuk Jaga Kelestarian Lingkungan

- Jurnalis

Jumat, 25 Maret 2022 - 19:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi anak mengamati lingkungan sekitarnya. Foto: Shutterstock

Ilustrasi anak mengamati lingkungan sekitarnya. Foto: Shutterstock

LAMPUNGCORNER.COM, Kesadaran untuk menjaga kelestarian lingkungan perlu ditanamkan pada anak sejak dini. Misalnya saja, tidak membuang sampah sembarangan, lebih sering menggunakan produk-produk daur ulang, hingga meminimalisir penggunaan barang sekali pakai. Ya Moms, hal itu akan lebih mudah diterapkan jika kita telah terbiasa melakukannya.

Dilansir Science Daily, mengajarkan anak untuk peduli lingkungan merupakan landasan bagi perubahan sosial. Lewat hal tersebut, anak akan memahami kondisi bumi akibat pemanasan global dan bagaimana dampaknya untuk kehidupan mereka di masa depan. Sehingga, kemungkinan bagi si kecil ikut andil dalam menyelamatkan bumi pun semakin besar.

Meski terlihat sulit, mengajari anak menjaga kelestarian lingkungan dapat dimulai dengan cara-cara sederhana dan menyenangkan. Apa saja ya, Moms?

1. Mengajak anak berkebun

Moms, mengajak anak berkebun menjadi langkah untuk mengasah kecerdasan naturalis anak. Saat anak memiliki kecerdasan ini, ia memiliki kemampuan untuk menangkap persepsi sensor melalui seluruh panca inderanya. Si kecil pun dapat mengetahui kondisi sekitarnya dan hal-hal apa yang bisa ia lakukan untuk membuat lingkungan tersebut terus terjaga.

Saat mengajak anak berkebun, Anda juga bisa membantunya untuk bercocok tanam. Selain baik bagi lingkungan, cara ini juga bisa membuat si kecil senang memakan buah dan sayur yang telah ia tanam sendiri.

2. Biarkan anak lebih lama main di luar

Ketika anak lebih banyak menghabiskan waktunya untuk bermain di luar, rasa percaya diri dan empatinya bisa terasah. Pasalnya, si kecil dapat bertemu dengan banyak orang dan tidak takut untuk bersosialisasi.

Baca Juga :  Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Tak hanya itu, dalam sebuah studi yang dilansir Forbes, disebutkan bahwa anak-anak yang lebih sering bermain di luar cenderung menghargai dan melindungi alam saat mereka beranjak remaja, Moms.

3. Bacakan buku-buku mengenai lingkungan

Untuk membantu anak menjaga sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui, Anda dapat membacakan dongeng bertema lingkungan sebelum ia tidur. Cara ini secara tidak langsung menumbuhkan kesadaran untuk menciptakan bumi yang lebih selaras.

Anda juga bisa mengajak si kecil menonton film atau melakukan eksperimen kecil di rumah. Tujuannya, membantu mereka untuk memahami pentingnya sumber daya alam bagi kelangsungan hidup di masa depan.

4. Beri contoh nyata

Moms, anak akan meniru hal-hal yang ia lihat. Pendidikan mengenai kepedulian lingkungan akan sia-sia bila Anda juga tidak menerapkannya.

Berikan contoh nyata terkait aktivitas yang dapat mencegah pencemaran lingkungan. Misalnya dengan mengurangi penggunaan sedotan plastik dan membawa kantong belanja sendiri saat ke supermarket. Ketika anak melihat orang tuanya, kemungkinan besar ia pun akan terbiasa melakukan hal yang sama.

Upaya Frisian Flag Ciptakan Bumi yang Lebih Selaras

Sejatinya, menjaga kelestarian lingkungan tidak semata-mata untuk aspek keindahan. Cara ini juga dapat menyelamatkan generasi muda untuk hidup lebih baik lagi di masa depan. Karena alasan itulah, Frisian Flag Indonesia (FFI) terus berkomitmen untuk mendampingi keluarga di Tanah Air untuk menciptakan kondisi lingkungan yang selaras.

Komitmen tersebut dituangkan melalui berbagai inisiatif, salah satunya dengan melakukan berbagai langkah hijau dalam rantai produksi serta mendukung penurunan Index Emisi Gas Rumah Kaca. Hingga 2021 lalu, FFI telah berhasil menurunkan Index Gas Rumah Kaca mencapai 38 persen.

Baca Juga :  Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres

FFI pun mulai melakukan beberapa perubahan pada kemasan produk-produknya. Pada 2021, sebanyak 84 persen dari semua kemasan produk Frisian Flag Indonesia bisa didaur ulang, Moms.

Tak hanya itu, lewat produk andalannya, susu UHT siap minum yang rendah lemak, FFI telah menerapkan penggunaan sedotan kertas untuk mengurangi limbah plastik. Melalui inisiatif #JagaGiziJagaBumi, penggunaan sedotan kertas ini turut berkontribusi menyelamatkan bumi lebih dari 10 ton limbah plastik.

Ya Moms, FFI juga ingin mengajak seluruh masyarakat untuk menjalani perubahan kecil yang berdampak besar bagi kelestarian bumi. Menggandeng beberapa pihak, FFI menyelenggarakan program pengumpulan kemasan bekas pakai untuk kemudian dimanfaatkan kembali, sebagai bahan dasar produk yang bermanfaat.

Dalam rangka memperingati 100 tahun Frisian Flag Indonesia, FFI ingin menyebarluaskan semangat untuk terus menjaga kelestarian lingkungan. FFI percaya, setiap dari kita dapat menjadi pahlawan bagi bumi dengan cara-cara sederhana.

Yuk, nominasikan diri atau sosok pahlawan di sekitar Anda untuk mengikuti kampanye Pahlawan Kemajuan Keluarga Indonesia! Tunjukkan kepada dunia bahwa Anda atau mereka mampu memberikan kemajuan bumi di bidang sehat, sejahtera, atau selaras melalui tautan ini.

Pada akhirnya, upaya-upaya yang dilakukan Frisian Flag Indonesia tak hanya mendampingi keluarga di Indonesia untuk menjalani hidup yang lebih sehat dan sejahtera, berbagai inisiatif tersebut pun dapat menciptakan lingkungan yang selaras di masa depan.

 

Red

Berita Terkait

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien
Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya
Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta
Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan
Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres
Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2
JKN Kian Kokoh, Layani 282,7 Juta Peserta dan Jadi Fondasi SDM Indonesia Sehat
Lobi Pemkab Lampura Berbuah Manis, RSUD Ryacudu Dapat Alkes Rp42 Miliar dan Dana Pengembangan Rp49 Miliar
Berita ini 303 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:39 WIB

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien

Senin, 27 Juli 2026 - 09:51 WIB

Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:39 WIB

Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:32 WIB

Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:50 WIB

Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres

Berita Terbaru