LAMPUNGCORNER.COM, Setiap manusia dibekali emosi untuk bisa merasakan sesuatu, misalnya ketika sedih maka akan menangis. Hal ini wajar dimiliki oleh setiap manusia. Namun, kamu tetap harus bisa mengendalikannya agar tidak larut dalam emosi.
Salah satu emosi yang biasanya dipengaruhi oleh suasana hati adalah marah. Terkadang, ketika orang sedang dalam perasaan marah, dia akan melakukan banyak hal buruk, seperti menyakiti diri sendiri atau orang lain. Inilah mengapa, pentingnya bagi kita untuk bisa mengendalikannya dengan baik. Kemarahan yang tidak dapat dikendalikan dapat berdampak buruk, bukan hanya psikis, tetapi juga kesehatan fisik.
Lantas, bagaimana cara menahan amarah menurut Islam?
Amarah bisa datang kapan saja ketika ada pemicunya. Tapi sayangnya, rasa marah yang berlebihan bisa membuat seseorang hilang kendali, bahkan bisa merugikan diri sendiri dan orang lain.
Berikut cara menahan nafsu amarah menurut Islam:
- Membaca doa
Langkah pertama untuk menahan nafsu amarah adalah dengan membaca doa peredam marah. Nabi Muhammad SAW mengajarkan kepada umatnya untuk bisa menahan amarah dengan berdoa.
Doa peredam marah
Bismillahirrahmanirrahim
Allaahummaghfirlii dzanbii, wa adzhib ghaizha qalbii, wa ajirnii minas syaithaani.
Artinya: Tuhanku, ampunilah dosaku, redamlah murka hatiku, dan lindungilah diriku dari pengaruh setan.
Selain doa tersebut, umat Muslim juga bisa membaca doa taawuz untuk membuatmu terhindar dari godaan setan.
Bismillahirrahmanirrahim
A’uudzu billahi minas syaithanir rajiim
Artinya: Aku berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk.
Doa tersebut berdasarkan pada suatu hadis, Rasulullah SAW bersabda,
“Sungguh, aku akan mengajari suatu kalimat, yang apabila ia mengucapkannya maka akan hilang apa yang ia dapatkan (marah). Jika ia membaca, ‘Auudzubillahi minasy syaitaanir rajiim’, niscaya hilanglah apa yang ia dapatkan.” (HR. Ahmad, Bukhari, dan Muslim)
- Beristighfar
Memperbanyak mengucapkan kalimat istighfar dapat menjadi salah satu cara menahan nafsu yang mungkin bisa kamu terapkan. Sebab, amalan ini dapat menenangkan hati dan pikiran.
- Menjaga lisan dengan diam
Berusaha diam dan menjaga lisan ketika marah memang sulit untuk dilakukan. Perkataan yang keluar dari mulut pun akan sulit dikendalikan. Oleh karena itu, lekaslah diam ketika marah agar tidak ada perkataan buruk yang keluar dari mulut.
Dari Ibnu Abba ra, Rasulullah SAW bersabda,
“Jika kalian marah, diamlah.” (HR Ahmad)
- Berwudu
Ketika sedang marah, berwudulah. Karena salah satu fungsi air adalah mematikan api, termasuk api setan yang berkobar dalam hati dan berwujud dalam rasa marah.
Dari Urwah As-Sa’di radhiyallahu ‘anhu yang artinya:
“Sesungguhnya marah itu dari setan, dan setan diciptakan dari api, dan api bisa dipadamkan dengan air. Apabila kalian marah, hendaknya dia berwudhu.” (HR Ahmad dan Abu Daud)
- Mengubah posisi saat marah
Mengubah posisi menjadi lebih rendah bisa meredakan amarah seseorang. Misalnya, ketika marah dengan posisi berdiri maka duduklah. Sementara itu, jika marah dengan posisi duduk, maka berbaringlah.
Anjuran itu terdapat dalam suatu hadis dari Abu Dzar ra, Rasulullah SAW menasihatkan,
“Apabila kalian marah, dan dia dalam posisi berdiri, hendaknya dia duduk. Karena dengan itu marahnya bisa hilang. Jika belum juga hilang, hendak dia mengambil posisi tidur.” (HR. Ahmad dan Abu Daud)
Orang kuat dalam Islam adalah orang yang mampu mengendalikan amarahnya. Kita harus mengingat Allah SWT yang selalu mengawasi kita dan bersikap toleran. Semoga tips di atas bisa kamu terapkan, ya.
Red















