Tekan Inflasi, Disperindag Lampura Siap Gelar Pasar Murah Setiap Bulan

- Jurnalis

Kamis, 21 Mei 2026 - 16:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekdakab Lampura, Intji Indriati, didamping Kadis Perindag, Hendri, ketika memberikan arahan kepada warga saat antri di pasar murah, Kamis (21/5/2026).

Sekdakab Lampura, Intji Indriati, didamping Kadis Perindag, Hendri, ketika memberikan arahan kepada warga saat antri di pasar murah, Kamis (21/5/2026).

LampungCorner.com, LAMPUNG UTARA – Menjawab keluhan sekaligus harapan masyarakat agar pasar murah tidak hanya digelar menjelang hari besar, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lampung Utara (Lampura) berencana mengadakan pasar murah secara rutin setiap bulan.

Langkah tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah dalam menekan laju inflasi serta membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kali ini kegiatan pasar murah yang akan berlangsung selama lima hari itu dilaksanakan di Pasar Sentral Kotabumi sejak hari ini, Kamis (21/5/2026).

Kadis Perindag Lampura, Hendri, mengatakan program pasar murah bulanan itu merupakan terobosan baru setelah pihaknya menerima banyak masukan langsung dari masyarakat.

“Ini merupakan terobosan untuk menekan inflasi yang semakin tinggi. Insyaallah pelaksanaan pasar murah akan kita adakan sebulan sekali, sesuai harapan dan permintaan masyarakat yang langsung disampaikan kepada kami,” ujar Hendri.

Menurutnya, keberadaan pasar murah sangat membantu masyarakat, terlihat dari tingginya antusias warga yang datang membeli kebutuhan pokok yang disediakan pemerintah.

Baca Juga :  Ungkap Kasus TPPO Anak Dibawah Umur, Gubernur Mirza Apresiasi Kinerja Polda Lampung

Dalam kegiatan tersebut, telur yang disalurkan dari PT Sama Jaya Telur dijual dengan harga Rp25 ribu per kilogram dengan stok mencapai 210 kilogram. Sementara Minyak Kita yang disalurkan dari Buloq dijual Rp15.500 per liter dengan stok 600 liter, beras SPHP disediakan sebanyak 1 ton dengan harga Rp58 ribu per 5 kilogram.

Selain itu, gula pasir dijual Rp17.500 per kilogram dengan stok 72 kilogram. Disperindag juga menyediakan gula produksi PTPN 7 Bunga Mayang dengan harga lebih murah, yakni Rp16 ribu per kilogram.

“Kita juga siapkan stok gas elpiji tabung melon sebanyak 300 tabung yang disalurkan dari PT Usman Cahaya Mandiri,” jelas Hendri.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Lampura, Intji Indriati, yang turut turun langsung mengarahkan masyarakat saat berbelanja mengatakan pasar murah tersebut akan berlangsung selama lima hari ke depan.

Menurut Intji, kegiatan itu digelar untuk membantu masyarakat di tengah terus meningkatnya harga kebutuhan pokok, terlebih menjelang Hari Raya Iduladha.

Baca Juga :  Gubernur Mirza Bersama Ketua Umum BPP Akbar Buchari Meriahkan Half Marathon Hipmi Lampung 2026

“Pasar murah ini memang sering diadakan saat peringatan hari besar, apalagi sebentar lagi kita akan menyambut Hari Raya Kurban. Tentunya kegiatan ini untuk meringankan beban masyarakat karena harganya jauh lebih murah dibandingkan di pasaran,” tuturnya.

Terkait keluhan masyarakat mengenai tingginya harga sembako, Intji menyebut pemerintah daerah terus melakukan koordinasi dengan distributor serta berkomunikasi dengan pihak terkait untuk melakukan inspeksi mendadak ke gudang-gudang besar sembako.

Dari hasil pemantauan di lapangan, stok kebutuhan pokok dinilai masih mencukupi, meski terdapat kelangkaan minyak goreng di sejumlah tempat. Karena itu, pemerintah menggelar pasar murah dan operasi pasar Minyak Kita selama satu bulan.

“Seperti kita ketahui bersama, harga sembako biasanya mengalami kenaikan menjelang hari-hari besar karena tingginya permintaan masyarakat. Untuk itu, kita harus mencari cara agar suplier dapat mendistribusikan barang dalam jumlah besar sehingga tidak terjadi kekurangan,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait

800 Ribu Hektare Disasar, Pupuk Hayati Cair Diyakini Dongkrak Produksi Tanaman Pangan di Lampung
IPR Naik, Lampung Didorong Perkuat Literasi dan Falsafah Piil Pesenggiri untuk Cegah Radikalisme
Inflasi 2,46 Persen, Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Komoditas
Tarif Tol Dikeluhkan, DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh
DPRD Lampung Desak Kemenhut Evaluasi Register 45 Usai Kasus Tapir Disembelih
Penerimaan Pajak Kendaraan Lampung Tembus Rp93,2 Miliar di Juni
MTQ ke-45 Kabupaten Lampura Akan Digelar Usai Sembilan Tahun Vakum, Abung Selatan Jadi Tuan Rumah
Tarif Tol Naik, Komisi IV DPRD Lampung Jadwalkan RDP
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 7 Juli 2026 - 15:47 WIB

800 Ribu Hektare Disasar, Pupuk Hayati Cair Diyakini Dongkrak Produksi Tanaman Pangan di Lampung

Senin, 6 Juli 2026 - 16:17 WIB

Inflasi 2,46 Persen, Pemprov Lampung Perkuat Pengawasan Komoditas

Senin, 6 Juli 2026 - 16:06 WIB

Tarif Tol Dikeluhkan, DPRD Minta Evaluasi Menyeluruh

Sabtu, 4 Juli 2026 - 23:03 WIB

DPRD Lampung Desak Kemenhut Evaluasi Register 45 Usai Kasus Tapir Disembelih

Sabtu, 4 Juli 2026 - 21:40 WIB

Penerimaan Pajak Kendaraan Lampung Tembus Rp93,2 Miliar di Juni

Berita Terbaru

LAMPUNG SELATAN

Meski Visa Turun, PNBP Imigrasi Justru Naik Jadi Rp2,82 Triliun

Selasa, 7 Jul 2026 - 17:59 WIB