Dua Napi Lapas Kalianda Otaki Peredaran Narkoba Masuk Kelompok Aceh

- Jurnalis

Sabtu, 28 Agustus 2021 - 09:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Lampung, Farid Junaedi. Foto: Ahmad Kurdy

Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Lampung, Farid Junaedi. Foto: Ahmad Kurdy

LAMPUNGCORNER.COM, Lampung Selatan — Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kalianda melipatgandakan sistem pengamanan pasca dua napinya diduga menjadi pengendali peredaran narkoba.

Kepala Lapas Kalianda, Tetra Destorie, mengatakan pihaknya sudah memperketat seluruh sistem keamanan.

Mulai penjagaan sampai menggeledah setiap orang dan barang yang hendak masuk lapas.

Saat memasuki pintu utama lapas, tamu diperiksa dan barang bawaannya diawasi dengan X-Ray untuk mengetahui isinya.

Dia mengungkapkan, pihaknya juga mewaspadai aktivitas di luar tembok yang mengelilingi lapas untuk menghindari penyelundupan barang terlarang dengan cara dilempar.

Baca Juga :  General Manager ASDP Bakauheni: HPN dan Porwanas 2027 Jadi Sejarah bagi PWI Lampung

“Itu modus operandi yang dulu sering terjadi. Namun saat ini kami selalu berkeliling tembok untuk memastikan tidak ada modus seperti itu,” jelasnya, Jumat (27/6/2021).

Sementara, Kepala Divisi Pemasyarakatan (Kadivpas) Kanwil Kemenkumham Lampung, Farid Junaedi, mengatakan seluruh lapas dan Rumah Tahanan (Rutan) selalu berkoordinasi dengan kepolisian dan BNN.

Hal ini bertujuan mencegah peredaran narkoba baik di dalam sel tahanan maupun di luar lingkungan.

Dia mengungkapkan, terbongkarnya dugaan pengendalian peredaran narkoba oleh napi merupakan kerjasama antara BNN dan Lapas. Pemantauan juga cukup lama dilakukan, butuh 1 tahun.

Baca Juga :  PNBP Imigrasi Tembus Rp8,68 Triliun: Pundi Kas Negara Melimpah, Pengawasan WNA dan Mutu Layanan Tak Boleh Kendor

“Pak Kalapas dan tim BNN sudah mengendusnya. Narapidana ini adalah orang yang santai, tenang, sepertinya bukan siapa-siapa,” katanya.

Meski sudah menjadi target operasi, mereka tidak bisa begitu saja menangkap napi. Harus ada bukti yang kemudian diperoleh belakangan.

“BNN mengingatkan ada kelompok Aceh untuk dimonitoring. Ketika disampaikan, Kalapas dengan timnya langsung mengevaluasi keamanan, memonitor sambil selalu diskusi dengan BNN. Akhirnya kita temukan dua orang ini,” tutupnya. (*)

Red

Berita Terkait

Kantor Imigrasi Lampung Selatan Harapkan Dukungan Pemkab untuk Pemasangan Paving Block
Tindak 17.597 WNA Pelanggar Aturan hingga September 2026, Ditjen Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital
PNBP Imigrasi Tembus Rp8,68 Triliun: Pundi Kas Negara Melimpah, Pengawasan WNA dan Mutu Layanan Tak Boleh Kendor
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
General Manager ASDP Bakauheni: HPN dan Porwanas 2027 Jadi Sejarah bagi PWI Lampung
Bukan Sekadar Ganti Plang Nama, Kantor Imigrasi Lampung Selatan Diuji Kualitas Layanan dan Pengawasan TPI
Tingkatkan Keterpaduan Data di Gerbang Sumatera, Imigrasi Lampung Selatan Gelar Forum Sosialisasi
SPAK Imigrasi Kalianda 98,45, Kakanim: Kepercayaan Masyarakat Harus Dijaga
Berita ini 46 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 09:43 WIB

Kantor Imigrasi Lampung Selatan Harapkan Dukungan Pemkab untuk Pemasangan Paving Block

Minggu, 18 Oktober 2026 - 13:57 WIB

Tindak 17.597 WNA Pelanggar Aturan hingga September 2026, Ditjen Imigrasi Perkuat Pengawasan Digital

Kamis, 15 Oktober 2026 - 12:37 WIB

PNBP Imigrasi Tembus Rp8,68 Triliun: Pundi Kas Negara Melimpah, Pengawasan WNA dan Mutu Layanan Tak Boleh Kendor

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Jumat, 25 September 2026 - 21:15 WIB

General Manager ASDP Bakauheni: HPN dan Porwanas 2027 Jadi Sejarah bagi PWI Lampung

Berita Terbaru

Kadisdikbud Provinsi Lampung Thomas Amrico saat diwawancarai di kantornya, Selasa (3/11/2026).

BREAKING NEWS

Unggah Dokumentasi TKA ke Medsos, 8 Sekolah di Lampung Kena Tegur

Selasa, 3 Nov 2026 - 19:48 WIB