Oleh: Wirahadikusumah
Saya terpaksa menunda melanjutkan tulisan tentang pengalaman mengikuti pelatihan jurnalistik. Yang dimentori Abah Dahlan Iskan (DIS). Pada Desember 2014. Selama sepuluh hari. Di Graha Pena Jakarta.
Penyebabnya karena “nyanyian” Krisdayanti itu. Yang “merdunya” melebihi lagu-lagu yang sering dinyanyikannya itu.
Terlebih, banyak juga yang meminta saya untuk mengulas “nyanyian” sang Diva Indonesia itu.
Saya pun melalui tulisan ini ingin mengucapkan terima kasih kepadanya. Sebab, karena “nyanyiannya” di kanal YouTube Akbar Faizal itulah, akhirnya saya tahu berapa pendapatan anggota DPR RI.
Tak usah saya tuliskanlah angkanya. Pastinya bisa membuat “jiwa miskin” saya berontak. Saya juga yakin Anda sudah tahu. Videonya kan viral.
Tapi yang membuat saya terkejut, ternyata masih ada lagi pendapatan anggota DPR RI. Tidak hanya dari yang “dinyanyikan” Krisdayanti itu saja.
Itu saya ketahui dari teman saya. Ia salah satu pemimpin redaksi (Pemred) salah satu harian. Di Kota Padang. Sumatera Barat (Sumbar).
Menurutnya, masih ada yang belum disampaikan Krisdayanti. Terkait penghasilan yang didapatnya. Sebagai anggota DPR RI. Juga MPR.
Yakni anggaran untuk sosialisasi 4 pilar. Yang digelar 4 kali dalam setahun. Sebagai anggota MPR.
Sayang saya lupa menanyakan berapa besaran anggarannya. Namun, teman saya itu mengaku informasi itu didapatnya dari salah satu anggota DPR RI asal Sumbar. Yang menurutnya selalu blak-blakan. Terkait pendapatannya. Sebagai wakil rakyat.
Pastinya, “nyanyian” Krisdayanti itu banyak membuat orang terperangah. Termasuk saya di antaranya.
Bayangkan, angka rupiah yang disebutkan Krisdayanti itu dikalikan jumlah keseluruhan anggota DPR RI. Yang mencapai 575 orang. Pasti banyak angka “0” nya. Jika kita tulis.
Jujur, saya salut dengan Krisdayanti. Yang mau membocorkan penghasilannya. Selaku anggota DPR RI. Saya yakin banyak juga yang berpendapat sama dengan saya.
Karenanya, saya cukup kaget juga. Ketika ada informasi, Krisdayanti dipanggil fraksinya. Karena “nyanyiannya” tersebut.
Padahal, “nyanyian” itu berdampak positif terhadap Krisdayanti. Pun partai tempatnya bernaung. Sebab, sangat jarang anggota DPR RI membeberkan pendapatannya. Kepada publik.
Lihat saja, banyak apresiasi dari masyarakat diberikan kepada Krisdayanti. Atas “nyanyiannya” itu.
Saya tentu juga salah satu yang mengapresiasi “nyanyian” Krisdayanti itu. Saya pun tak menyangka, dia ternyata bukan penganut “mazhab” itu. Yang menyebutkan jika gaji adalah “aurat”. Sehingga harus ditutupi.
Pastinya, melalui tulisan ini, saya sekali lagi mengucapkan terima kasih atas “nyanyian” Krisdayanti itu.
Saya berharap, Krisdayanti bersama anggota DPR RI lainnya bisa memanfaatkan dengan baik penghasilannya itu.
Sebab, ada yang bilang, sesungguhnya gaji itu hanyalah sebuah ilusi. Karena kenyataan yang sebenarnya adalah tagihan.(Wirahadikusumah)









