Berapa Banyak Waktu Tidur yang Dibutuhkan Orang Dewasa Setiap Malam?

- Jurnalis

Sabtu, 26 Maret 2022 - 10:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi Perempuan Tidur. Foto: Shutter Stock

Ilustrasi Perempuan Tidur. Foto: Shutter Stock

LAMPUNGCORNER.COM, Kita tahu kalau semua orang perlu untuk dapat tidur nyenyak. Tapi, pernah enggak kamu mempertimbangkan sebuah gagasan tentang mungkin ada yang namanya terlalu banyak tidur?

Sebuah penelitian ilmiah telah dilakukan terkait tentang hal ini. Penelitian ini pun memiliki kesimpulan tentang jumlah waktu tidur optimal yang dibutuhkan oleh orang dewasa agar berfungsi dengan baik dan dapat menjaga otak agar tetap bugar dan bekerja dengan baik.

Dilansir Ladbible, menurut panduan resmi dari NHS menunjukkan kalau orang dewasa membutuhkan waktu sekitar enam dan sembilan jam untuk tidur setiap malamnya.

Tapi, para peneliti di Amerika Serikat yang telah melakukan penelitian tentang ini menyatakan kalau beberapa orang dewasa bisa tidur terlalu lama.

Menurut para peneliti, orang yang tidur kurang dari 4,5 jam dan juga orang yang tidur lebih dari 6,5 jam ternyata lebih berisiko untuk mengalami penurunan kognitif.

Secara teori, jumlah tidur yang kamu dapatkan enggak sepenting dengan kualitas tidurmu.

Baca Juga :  Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2

Penelitian ini menemukan dampak waktu tidur itu sama dengan penuaan yang merupakan faktor kunci untuk penyakit seperti Alzheimer.

Hingga akhirnya, para peneliti menyarankan kalau antara 4,5 dan 6,5 jam adalah waktu tidur yang baik asalkan cukup.

Dosen psikologi senior, Greg Elder, juga menjelaskan bagaimana ilmu pengetahuan belum begitu yakin tentang kenapa kurang tidur dapat meningkatkan risiko penurunan kognitif.

“Satu teori adalah kalau tidur membantu otak kita mengeluarkan protein berbahaya yang menumpuk di siang hari. Jadi, mengganggu tidur dapat mengganggu kemampuan otak untuk menghilangkannya. Bukti eksperimental bahkan mendukung ini dan menunjukkan kalau bahkan hanya satu malam waktu tidurmu kurang, untuk sementara akan meningkatkan kadar beta-amiloid di otak orang sehat,” ungkap Elder.

Temuan ini sendiri akan mengejutkan banyak orang karena rekomendasi saat ini adalah orang dewasa harus tidur lebih dari enam jam setiap malam.

Elder juga mengatakan bahwa penelitian ini sendiri menunjukkan kalau tidur lebih lama dari 6,5 jam yang dikaitkan dengan penurunan kognitif ini rendah. Sehingga para peneliti mempertimbangkan kalau orang dewasa yang lebih tua disarankan untuk tidur antara tujuh dan delapan jam setiap malamnya.

Baca Juga :  Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

“Bisa jadi bukan waktu tidur panjang yang penting. Tapi, kualitas tidur itu sendiri berisiko terkena demensia,” tambahnya.

Elder menunjukkan kalau kita belum bisa memastikan apakah 100 orang dalam penelitian ini punya masalah lain yang enggak diketahui yang enggak ditemukan dalam tes. Mungkin ada faktor lain yang sudah ada sebelumnya yang mungkin berkontribusi pada penurunan kognitif.

“Misalnya, ini dapat mencakup kesehatan yang buruk, status ekonomi sosial atau tingkat aktivitas fisik. Semua faktor ini dapat menjelaskan kenapa tidur lebih lama dikaitkan dengan penurunan kognitif,” jelas Elder.

Ingat, dari penelitian ini menunjukkan kalau bukan seberapa banyak waktu tidurmu tapi seberapa baik kualitas tidurmu.

 

Red

Berita Terkait

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien
Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya
Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta
Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan
Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres
Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2
JKN Kian Kokoh, Layani 282,7 Juta Peserta dan Jadi Fondasi SDM Indonesia Sehat
Lobi Pemkab Lampura Berbuah Manis, RSUD Ryacudu Dapat Alkes Rp42 Miliar dan Dana Pengembangan Rp49 Miliar
Berita ini 230 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:39 WIB

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien

Senin, 27 Juli 2026 - 09:51 WIB

Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:39 WIB

Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:32 WIB

Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:50 WIB

Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres

Berita Terbaru