Cara Mengatasi Kekurangan Nutrisi Untuk Ibu Hamil dan Menyusui

- Jurnalis

Kamis, 27 Januari 2022 - 20:13 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi ibu hamil. Foto: dok. Prenagen

Ilustrasi ibu hamil. Foto: dok. Prenagen

LAMPUNGCORNER.COM, Bagi seorang ibu, momen hamil dan menyusui menjadi suatu anugerah yang harus dijaga. Tak heran, berbagai cara pun dilakukan agar momen ini berjalan optimal, sehingga dapat mendukung tumbuh kembang buah hati, termasuk mengonsumsi segala jenis asupan makanan dan minuman bernutrisi lengkap.

Di sisi lain, kekhawatiran tidak terpenuhinya asupan nutrisi selama momen kehamilan dan menyusui juga membayangi. Faktornya bermacam-macam, salah satu yang paling sering terjadi adalah morning sickness atau rasa mual hingga muntah di trimester awal kehamilan sehingga nafsu makan pun ikut menurun drastis.

Healthcare Communicator, dr. Muliaman Mansyur, memaparkan bahwa ternyata 60 persen ibu hamil di Indonesia masih kekurangan mikronutrien dan 30 persen lainnya masih kekurangan makronutrien.

“Kehamilan dan nutrisi adalah dua hal yang sangat berkaitan, sehingga pada saat kehamilan, harus ada tambahan kalori dan nutrisi mikro,” ungkapnya dalam Live Talkshow kumparanMOM bersama PRENAGEN ‘Kekurangan Nutrisi saat Hamil dan Menyusui, Apa Sih Dampaknya?’, Sabtu (18/12).

Mikronutrien merupakan nutrisi yang dibutuhkan ibu hamil dalam jumlah yang sedikit namun mempunyai peranan yang cukup besar bagi kesehatan ibu untuk membantu perkembangan janin di dalam kandungan. Misalnya asam folat, kalsium, zat besi, vitamin B kompleks, vitamin A, hingga vitamin D. Tak hanya yang sedang hamil, ibu menyusui juga memerlukannya untuk menambah kualitas ASI.

Bukan hanya itu, Dokter Spesialis Kebidanan dan Kandungan, dr. Ardiansjah Dara Sjahruddin, SpOG, MKes, pun menambahkan, meski sebagian besar berada di kawasan tropis, orang Asia ternyata mendapatkan asupan vitamin D3 yang lebih rendah dibandingkan orang-orang di Eropa dan Amerika.

Padahal, kekurangan vitamin D3 menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko anemia. Apalagi menurut dr. Dara, ibu hamil rentan terkena anemia karena kebutuhan cairan tubuhnya ikut meningkat selama kehamilan.

“Anemia berpotensi membuat janin mengecil karena sel darah dan hemoglobin di tubuh ibu berkurang,” ujar dr. Dara.

Kekhawatiran ini juga sempat dialami oleh momfluencer, Bunga Jelitha. Di awal masa kehamilannya, gejala morning sickness pun ia rasakan.

Bahkan di kehamilan keduanya ini, hampir setiap hari ia merasakan mual hingga muntah-muntah. Ditambah Puteri Indonesia 2017 ini juga memiliki riwayat anemia yang membuatnya menyadari pentingnya memenuhi kebutuhan asupan nutrisi harian.

Ya, seperti yang telah dijelaskan di awal, sebenarnya salah satu cara untuk menghindari gangguan kesehatan saat masa kehamilan hingga menyusui adalah dengan konsumsi makanan bernutrisi seimbang setiap hari.

Baca Juga :  Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

“Kalau ngomongin nutrisi, sebenarnya aku tipenya suka kuliner apa saja, tapi setelah dikasih kepercayaan untuk hamil, aku menyadari banyak sekali nutrisi yang harus dipenuhi, salah satunya asam folat dan zat besi,” kata Bunga.

Dilansir WebMD, asam folat merupakan salah satu jenis vitamin B kompleks larut air yang memainkan peran penting dalam produksi sel darah merah dan membantu tabung saraf bayi berkembang optimal. Ibu hamil sebaiknya mengonsumsi 400 mikrogram asam folat setiap hari untuk mencegah terjadinya cacat lahir pada otak dan sumsum tulang belakang bayi.

Zat besi juga penting bagi kesehatan ibu hamil dan menyusui, salah satunya meminimalisir risiko anemia. Sebab, zat besi ini berfungsi membentuk hemoglobin, yakni protein dalam sel darah merah tugasnya membawa oksigen ke jaringan, Moms. Selama kehamilan, ibu membutuhkan dua kali lipat zat besi untuk memasok lebih banyak oksigen ke janin.

Ibu hamil membutuhkan setidaknya 27 miligram zat besi untuk memenuhi kebutuhan zat besi harian. dr. Muliaman pun menyarankan agar ibu mulai mengonsumsi makanan tinggi nutrisi seperti asam folat dan zat besi sejak mulai merencanakan kehamilan.

“Nutrisi yang baik diperlukan 3-4 bulan sebelum kehamilan. Disarankan makan tiga kali sehari dengan pedoman Isi Piringku (satu piring makan terdiri dari 50 persen buah dan sayur, serta 50 persen karbohidrat dan protein), serta vitamin yang bisa didapatkan setelah konsultasi dokter, dan satu gelas susu setiap makan,” jelas dr. Muliaman.

Selain mikronutrisi, asupan makronutrisi yang seimbang juga tidak kalah pentingnya untuk membantu menjaga energi ibu hamil dan menyusui. Di antaranya protein, karbohidrat, serta lemak.

Dilansir healthline, ibu hamil setidaknya harus mengonsumsi 70-100 gram protein untuk mengoptimalkan pertumbuhan jaringan tisu dan organ vital janin di dalam kandungan, termasuk perkembangan otak. Ibu juga membutuhkan asupan setidaknya lebih dari 300 kalori per hari, salah satunya bisa didapatkan dengan konsumsi makanan tinggi karbohidrat.

Lalu yang penting juga asupan lemak, terutama lemak tak jenuh seperti biji-bijian, buah alpukat, hingga minyak zaitun dan minyak ikan. Konsumsi makanan kaya akan lemak yang seimbang bisa membantu meningkatkan kolesterol baik (HDL), pertumbuhan sel-sel baru, mengoptimalkan penyerapan zat gizi, dan meningkatkan kualitas ASI.

Baca Juga :  Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Susu khusus ibu hamil dan menyusui yang bantu penuhi nutrisi

Meski setiap hari mengonsumsi makanan tinggi nutrisi, namun belum tentu asupan nutrisi yang dibutuhkan terpenuhi. Apalagi dengan kebutuhan nutrisi ibu hamil dan menyusui yang tentunya lebih tinggi.

  1. Muliaman dan dr. Dara pun sepakat bahwa susu bisa menjadi solusi agar kebutuhan nutrisi ibu bisa terpenuhi, terutama asam folat dan zat besi. Susu juga bisa menjadi ‘penolong’ saat nafsu makan ibu menurun atau gejala morning sickness datang.

“Di dalam susu hamil itu dikemas mikronutrisi yang dibutuhkan ibu hamil sesuai kebutuhannya. Mual muntah saat kehamilan juga berkaitan dengan lambung, jadi disarankan jangan makan pedas dan terlalu asam dulu,” terang dr. Dara.

Ya Moms, PRENAGEN dengan nutrisi lengkap dapat mendampingi ibu saat merencanakan kehamilan, di tengah momen kehamilan, hingga menyusui. Buat ibu yang suka dengan almond dan soya, PRENAGEN mempunyai varian almond soya yang enak dan lebih ringan di perut, sehingga tidak menyebabkan mual.

Minuman khusus ibu hamil dan menyusui ini juga bisa dikonsumsi sebagai sumber protein nabati. Selain itu, PRENAGEN Almond Soya mengandung berbagai jenis nutrisi yang diperlukan ibu ketika hamil maupun menyusui, seperti asam folat, zat besi, vitamin D3, DHA, Omega 3, inulin, dan kalsium.

Varian almond soya bisa dijumpai pada PRENAGEN mommy serta PRENAGEN UHT Almond Soya yang bisa jadi alternatif snack bernutrisi bagi ibu hamil dan menyusui yang bisa dibawa ke mana saja!

Masih ada varian PRENAGEN lainnya yang akan menemani ibu selama proses perencanaan kehamilan hingga momen menyusui. Ada PRENAGEN esensis, susu rendah lemak dan tinggi zinc untuk ibu yang sedang merencanakan kehamilan; PRENAGEN mommy serta PRENAGEN emesis untuk ibu hamil yang mengandung protein dan vitamin B6 yang sudah teruji secara klinis mengurangi frekuensi mual dan muntah hingga 90 persen; dan PRENAGEN lactamom untuk ibu menyusui dengan kandungan nutrisi lengkap seperti kalsium dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang ibu, serta DHA dan Omega 3 untuk mengoptimalkan kecerdasan buah hati.

Artikel ini merupakan bentuk kerja sama dengan PRENAGEN

 

Red

 

Berita Terkait

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien
Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya
Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta
Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan
Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres
Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2
JKN Kian Kokoh, Layani 282,7 Juta Peserta dan Jadi Fondasi SDM Indonesia Sehat
Lobi Pemkab Lampura Berbuah Manis, RSUD Ryacudu Dapat Alkes Rp42 Miliar dan Dana Pengembangan Rp49 Miliar
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:39 WIB

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien

Senin, 27 Juli 2026 - 09:51 WIB

Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:39 WIB

Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:32 WIB

Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:50 WIB

Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres

Berita Terbaru