Home / Wira Corner

Senin, 7 Juni 2021 - 17:07 WIB

Danrem Baret Merah

 Oleh: Wirahadikusumah

 Jumat (4/6/2021) sore, saya mendatangi Makorem 043 Garuda Hitam (Gatam). Untuk memenuhi undangan. Dari Danrem 043 Gatam Brigjen TNI Drajad Brima Yoga.

 Hari itu ia memang menggelar acara. Bertajuk: Komunikasi Sosial Silaturahmi Danrem 043 Gatam dengan Komponen Masyarakat. Yang bertemakan: Merajut Persatuan dan Kesatuan Bangsa.

 Saya memenuhi undangan tersebut atas nama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Lampung. Sehari sebelumnya, Ketua PWI Lampung Supriyadi Alfian memang menghubungi saya melalui pesan WhatsApp. Untuk mewakilinya menghadiri undangan tersebut. Dan saya menyanggupinya.

 Saya sebelumnya memang ingin mengetahui sosok Drajad Brima Yoga. Yang baru dua bulan menjabat Danrem 043 Gatam.

 Saat tiba di Makorem, saya sempat menyapa beberapa tamu yang saya kenal. Di antaranya Kepala Badan Kesbangpol Lampung Muhammad Firsada. Juga Ketua ICMI Lampung Prof. Yusuf Barusman. Serta tamu-tamu lainnya dari organisasi keagamaan serta kemasyarakatan.

 Sebagai tuan rumah, Danrem diminta menyampaikan sambutan pertama kali. Saya yang memang ingin tahu latar belakang Danrem baru tersebut menyimak serius sambutannya.

 Danrem mengawali dengan menyapa semua undangan yang hadir. Yang hanya berjumlah 25 undangan itu. Selanjutnya, ia memperkenalkan dirinya.

 ”Saya ini anak ’pejabat’. Ayah saya Jawa, ibu saya Betawi,” ujarnya.

 Danrem mengatakan, ia adalah alumnus Akademi Militer (Akmil) 1992. Dan sejak lulus Akmil dengan pangkat Letnan Dua sampai Letnan Kolonel, ia tergabung di salah satu pasukan elit TNI AD: Kopassus.

 ”Jadi, saya cukup lama di Kopassus,” katanya.

BACA JUGA  Kehabisan Stok

 Ia pun bercerita cukup lama bertugas pada atase pertahanan di negara-negara Arab. Bahkan, pangkatnya naik menjadi kolonel saat bertugas di sana.

Karenanya, ia mengetahui penyebab konflik di negara-negara Arab tersebut. Seperti Yaman maupun Suriah.

 Saat pulang ke tanah air, ia bertugas menjadi staf khusus Kepala Staf TNI Angkatan Darat (Kasad). Dan sebelum menjadi Danrem, ia pun ditugasi di Papua Barat.

 Dalam sambutannya itu, Danrem sempat menyinggung berbagai konflik sosial yang terjadi di Lampung. Yang menurutnya diakibatkan menurunnya nilai-nilai luhur bangsa.

 Seperti merosotnya kebersamaan, kekeluargaan, dan kurangnya toleransi yang mengakibatkan gesekan di masyarakat.

 Ia pun menilai, media sosial menjadi salah satu sarana dalam menyebarluaskan berbagai macam konfilk tersebut.

 Untuk itu, Danrem mengajak seluruh elemen, ormas, tokoh pemuda, adat, dan agama menjaga nilai-nilai luhur tersebut.

 Danrem sempat mengingatkan kepada undangan yang hadir, untuk mengecek kebenaran setiap informasi yang tersebar luas melalui media sosial. Terlebih menurutnya, berita bohong yang disampaikan secara berulang-ulang, bisa dianggap suatu kebenaran.

 ”Ayo, kita sama-sama memelihara nilai luhur budaya dengan menjaga keakraban, gotong- royong dan tidak mudah marah,” ajaknya.

 Setelah Danrem menyampaikan sambutan, giliran Kepala Badan Kesbangpol Lampung Muhammad Firsada yang memberi sambutan. Mewakili tamu undangan yang hadir.

 Selanjutnya, pembawa acara mengarahkan seluruh undangan untuk menikmati sajian makanan yang dihidangkan. Kemudian dilanjutkan sesi tanya jawab. Atau pemberian saran dan masukan kepada Danrem.

BACA JUGA  Moratorium Pinjol

 Saya pun memberanikan diri menjadi penanya ketiga di acara tersebut.

 Kepada Danrem, saya mengaku bangga Danrem 043 Gatam dijabat prajurit TNI yang lama berdinas di Kopassus.

 Saya selama ini memang mengagumi Kopassus. Yang dalam himnenya terdapat lirik: lebih baik pulang nama daripada gagal di medan laga.

 Informasi yang saya baca di media, pasukan elit TNI AD berbaret merah ini memiliki kemampuan khusus. Bisa bergerak cepat di setiap medan. Menembak dengan tepat. Pengintaian, dan anti teror.

 Kopassus yang memiliki motto ”Berani, Benar dan Berhasil” ini disebut-sebut kemampuannya untuk satu orang setara dengan 8 orang TNI.

 Karena itu, apa yang saya katakan kepada Danrem itu bukan untuk ”mengenakkan kupingnya” saja. Tetapi memang saya kagum dengan Kopassus.

 Saya pun sempat menyarankan kepada Danrem, agar mengupayakan pembangunan Kodim. Pada kabupaten-kabupaten di Lampung yang belum terdapat Makodim.

 Saya juga meminta kepadanya memaksimalkan peran Babinsa. Untuk menekan konflik sosial yang terjadi di masyarakat.

 Saya katakan kepada Danrem, masyarakat masih banyak yang segan kepada TNI. Sehingga menurut saya, kehadiran TNI bisa meretas potensi-potensi konflik di masyarakat.

 Pastinya, saya berharap dengan kehadiran Drajad Brima Yoga di Lampung, bisa menambah kondusifitas provinsi ini. Terlebih ia dibekali dengan banyaknya pengalamannya tersebut. Yang salah satunya, lama tergabung di pasukan elit TNI AD: Kopassus.

 Selamat datang di Sang Bumi Ruwa Jurai Danrem Baret Merah!(Wirahadikusumah)

Share :

31 views

Baca Juga

Wirahadikusumah

Wira Corner

Celetukan Deskripsi
Wirahadikusumah

Wira Corner

Terserah Engkau Sajalah!
Wirahadikusumah

Wira Corner

Mesin Baru
Wirahadikusumah

Wira Corner

Percaya Jokowi?
Wirahadikusumah

Wira Corner

Dasar Pemalas!
Wirahadikusumah

Wira Corner

Kontemplasi

Wira Corner

Moratorium Pinjol
Wirahadikusumah

Wira Corner

Murka Mantan Nahkoda