Omicron Melonjak, Kapan Anak Perlu Tes Swab?

- Jurnalis

Kamis, 3 Februari 2022 - 21:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kapan Anak Perlu Tes Swab?  Foto: Noah Seelam/AFP

Kapan Anak Perlu Tes Swab? Foto: Noah Seelam/AFP

LAMPUNGCORNER.COM, Di tengah lonjakan kasus COVID-19 akibat varian Omicron, banyak orang tua yang khawatir dan cemas dengan kondisi kesehatan anaknya. Apalagi jika tiba-tiba anak menunjukkan gejala terinfeksi corona.

Ya Moms, perlu dipahami bahwa gejala terinfeksi virus Corona bisa beragam. Kebanyakan gejalanya memang menyerang sistem saluran pernapasan. Misalnya saja, batuk, pilek, atau sakit tenggorokan.

Namun, bisa saja anak yang positif COVID-19 mengalami gejala lain, seperti demam, muntah-muntah, atau diare. Sebab, COVID-19 termasuk penyakit infeksi yang sifatnya sistemik. Artinya bisa menyerang berbagai sistem di tubuh.

Lantas, kapan ya anak perlu menjalani tes swab?

Penjelasan soal Kapan Anak Perlu Tes Swab

Saat anak menunjukkan beberapa gejala di atas, memang sebaiknya langsung melakukan tes swab. Namun beberapa anak bisa saja tidak menunjukkan gejala saat terinfeksi virus Corona, Moms.

Sehingga menurut Ketua Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Yogi Prawira, SpA (K), jika anak sempat kontak erat dengan pasien COVID-19m–isalnya teman sekelasnya di sekolah terkonfirmasi positif corona, lebih baik segera melakukan tes swab walaupun si kecil tampak sehat.

Baca Juga :  Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres

Sebab, tes swab ini dilakukan untuk memisahkan mana yang sehat dan sakit. Sehingga untuk mencegah penyakit COVID-19 menyebar jadi lebih cepat.

“Jadi salah satu yang orang tua juga harus pahami, tujuan kita untuk melakukan testing ini adalah untuk memisahkan antara si sehat dan si sakit. Jadi ada prinsip, kalau ada penyakit infeksi tuh namanya containment, jadi mencegah jangan sampai dia menyebar jadi lebih cepat, gitu,” jelas dr.Yogi dalam wawancara eksklusif bersama kumparanMOM, Senin (31/1).

Kenapa swab perlu dilakukan bila si kecil melakukan kontak erat dengan pasien positif COVID-19–walaupun ia tidak bergejala?

Baca Juga :  Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

Menurut dr. Yogi, bisa saja anak yang tadinya tidak bergejala, akhirnya mengalami gejala lebih berat dan perlu dirawat.

“Jadi prinsip prinsip itu harus bersedia untuk dilakukan swab pada saat dia bergejala, atau dia ada kontak erat,” jelasnya.

Kemudian, anak memang sebaiknya melakukan tes swab PCR karena positif rate-nya lebih tinggi. Namun antigen juga efektifitasnya di atas 90 persen untuk bisa mendeteksi virus corona. Jadi jika memang ingin tes antigen, boleh-boleh saja, Moms.

Namun jika saat antigen negatif tapi gejala semakin berat, lebih baik konfirmasi menggunakan PCR. Jika seandainya antigen sudah positif dengan situasi transmisi lokal seperti sekarang, mungkin tidak perlu dikonfirmasi.

“Kita sudah bisa masuk ke kriteria diagnosis, yakni minimal dia probable COVID atau bahkan COVID-19 terkonfirmasi,” pungkasnya.

 

Red

Berita Terkait

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien
Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya
Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta
Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan
Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres
Penelitian Ungkap Jahe Berpotensi Bantu Kendalikan Diabetes Tipe 2
JKN Kian Kokoh, Layani 282,7 Juta Peserta dan Jadi Fondasi SDM Indonesia Sehat
Lobi Pemkab Lampura Berbuah Manis, RSUD Ryacudu Dapat Alkes Rp42 Miliar dan Dana Pengembangan Rp49 Miliar
Berita ini 67 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 28 Juli 2026 - 12:39 WIB

Menuju Akreditasi Paripurna, RSUD KH Ahmad Hanafiah Perkuat Mutu dan Keselamatan Pasien

Senin, 27 Juli 2026 - 09:51 WIB

Makan Satu Alpukat Sehari, Benarkah Baik untuk Jantung? Ini Temuan Terbarunya

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:39 WIB

Tak Terlihat tapi Masuk ke Tubuh, Mikroplastik Kini Ditemukan di Plasenta

Sabtu, 18 Juli 2026 - 15:32 WIB

Studi Ungkap Bahaya Makanan Ultra Proses bagi Kesehatan

Rabu, 15 Juli 2026 - 15:50 WIB

Studi Ungkap, Durasi Tidur Panjang Belum Tentu Redam Hormon Stres

Berita Terbaru