LampungCorner.com, TUBABA – Perkumpulan Penggemar Bonsai Indonesia (PPBI) Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Provinsi Lampung, menggelar pameran dan kontes bonsai bertaraf nasional di kabupaten setempat.
Pameran tersebut mengusung tema “Cangget Bonsai Tubaba”, yang dipusatkan di kawasan komplek Islamic Center Tubaba terhitung sejak tanggal 20 hingga 29 April 2024.
“Adapun tahapan kegiatan untuk hari ini sampai dengan tanggal 22 April adalah tahap pendaftaran peserta, 23-25 April tahap penjurian, dan pada tanggal 26-29 April pengumuman peserta terbaik sekaligus dibuka untuk umum,” ujar Ketua PPBI Tubaba Rizal Irawan saat dikonfirmasi Lampung Corner di lokasi kegiatan, sekitar pukul 11.00 WIB Sabtu (20/04/2024).
Rizal menjelaskan, kegiatan pameran dan kontes bonsai nasional tersebut terdapat 4 kelas, yaitu kelas prospek, pratama, madya dan utama.
“Prosedur pendaftaran, setiap orang dari berbagai daerah di Indonesia bisa mengikuti event ini dengan cara datang langsung ke lokasi kegiatan untuk mendaftar sekaligus membawa bonsai yang akan ditampilkannya. Kemudian menyiapkan uang pendaftaran mulai dari Rp.100 ribu sampai Rp.250 ribu sesuai kelas, dan menunjukkan sertifikat bonsai terutama untuk kelas madya dan utama,” jelasnya.
Sementara untuk dewan juri, lanjut Rizal, akan ada 6 orang dari PPBI pusat. Yang mana nantinya setiap bonsai ada kriteria penilaian masing-masing, diantaranya mulai dari gerak dasar, keselarasan, kematangan, penampilan dan lain-lain.
“10 peserta terbaik setiap kelas akan mendapatkan sertifikat penghargaan serta piala atau plakat. Selain itu, ada juga penghargaan yang kita siapkan untuk kategori best in class dan best in show,” ungkapnya.
Menurutnya, pameran dan kontes bonsai nasional itu bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat tentang bonsai. Selain itu menjalin silaturahmi antar penggiat bonsai, mendorong perkembangan industri kreatif bonsai khususnya di Tubaba, dan meningkatkan taraf ekonomi para penggiat bonsai serta masyarakat umumnya.
“Kegiatan cangget bonsai ini kita gelar juga sekaligus dalam rangka memeriahkan hari ulang tahun Tubaba ke 15. Tema cangget bonsai sendiri kita ambil dari bahasa daerah untuk mengangkat kearifan lokal, yang dapat diartikan pertunjukan bonsai. Selain itu, event kali ini juga merupakan lanjutan atau ada korelasinya dengan event tahun 2020 lalu yang kita gelar dengan tema pepung bonsai Tubaba,” terangnya.
Adapun anggaran, kata Rizal, pada pameran dan kontes bonsai nasional ini PPBI mendapatkan support anggaran dari pemerintah daerah dan sponsor sejumlah instansi, serta swadaya dari anggota.
“Untuk diketahui, dalam kegiatan ini ada juga UMKM ekonomi kreatif penggiat bonsai yang berpartisipasi dari berbagai daerah untuk menjual bermacam-macam bahan budidaya bonsai. Jadi, bagi masyarakat yang ingin mencari bahan-bahan bonsai bisa membeli disini. Oleh karenanya, kita berharap dukungan dan antusias masyarakat sehingga cangget bonsai Tubaba tahun 2024 dapat berjalan dengan lancar dan meriah,” harapnya.
Terpisah, salah satu peserta sekaligus pelaku UMKM penggiat bonsai dari kota Bandarlampung, Dodi Irawan menyampaikan apresiasi atas digelarnya pameran dan kontes bonsai bertaraf nasional di Kabupaten Tubaba.
“Kegiatan ini tentunya sangat bagus, karena menjadi ajang silaturahmi bagi kita. Memperbanyak relasi, menambah pengalaman, serta meningkatkan nilai ekonomi bonsai yang ditampilkan,” pungkasnya. (*)
Laporan: Rian
Editor: Furkon Ari










