Proyek PT Brantas Abipraya pasar Pulung Kencana Sisakan Masalah

- Jurnalis

Selasa, 4 Januari 2022 - 12:50 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pasar Pulung Kencana Tubaba. Foto; Dirman

Pasar Pulung Kencana Tubaba. Foto; Dirman

LAMPUNGCORNER.COM, TULANGBAWANG BARAT – Sisa Uang Proyek Pembangunan Pasar Pulung Kencana Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba) Lampung, sebesar Rp.7,6 miliar dari total Rp. 77 miliar, belum dibayarkan Pemerintah Daerah setempat kepada PT Brantas Abipraya.

Pasalnya, Proyek pembangunan pasar Pulung Kencana yang dikerjakan oleh anak perusahaan BUMN di Tubaba Nomor Kontrak: 600-S 04/KONTRAK/PU/TUBABA/XI/2018 tanggal 26 November 2018, dengan Masa Kontrak 540 hari kalender, kemudian di Addendum sebanyak dua kali hingga akhir pekerjaan tanggal 07 Juli 2020, sampai saat ini masih menyisakan masalah.

Berdasar Penelusuran lampungcorner.com Senin (3/1/2022), perbaikan bangunan yang dilakukan kontraktor pasca berakhirnya kontrak perpanjangan waktu pada Juli 2021, hingga Januari 2022 belum dituntaskan Brantas Abipraya.

Kebocoran atap, keretakan dinding dan patahnya beberapa struktur beton, belum tersentuh dengan baik oleh perusahaan plat merah tersebut, meski pemerintah daerah Tubaba telah menggelontor APBD puluhan miliar untuk berbagai pekerjaan tambahan dan finishing pasar modern Tubaba agar tampak rapi dan segera beroperasi.

Ketua Pospera Tubaba Dedi Priyono, S.H, bahwa beberapa waktu lalu pihaknya telah menyurati Pimpinan PT Brantas Abipraya melalui sekretaris perusahaan, meminta klarifikasi atas proyek tersebut, lantaran terdapat kejanggalan dalam laporan keuangan perusahaan (annual report).

“Pada tanggal 8 September 2021, saya menerima balasan surat klarifikasi dari PT Brantas Abipraya yang ditandatangani langsung oleh Sekretaris Perusahaan pak Miftakhul Anas. Dalam surat balasan itu ada empat klasifikasi yang disampaikan terkait beberapa pertanyaan berkaitan dengan nilai proyek dan laporan keuangan proyek,” kata Dedi Priyono.

Baca Juga :  Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

Dari puluhan proyek yang dikerjakan PT Brantas Abipraya di seluruh Indonesia pada tahun 2018, 2019 dan 2020 justru tidak memuat informasi detail mengenai nilai proyek pembangunan pasar Pulung Kencana sebesar Rp.77 miliar.

“Ada nilai transaksi penerimaan uang muka oleh PT Brantas Abipraya hanya sebesar Rp. 9,4 miliar rupiah pada tahun 2019, dan pendapatan jasa usaha konstruksi senilai Rp.20,8 miliar tahun 2020 untuk proyek Pembangunan pasar Pulung Kencana pada Dinas PUPR Tubaba. Jika ditotal hanya Rp. 30,2 milar yang tertulis dalam laporan. Kami tidak menemukan nilai kontrak pihak berelasi yang sesuai kontrak.” ungkapnya.

Menurutnya, hasil investasi pihaknya hingga Senin (3/1/2022) pembayaran dari Pemkab Tubaba sejak Tahun 2018 sampai 2020 kepada PT Brantas Abipraya telah mencapai Rp.67.777.599.120 termasuk nilai PPN.

“Rinciannya 28 Desember 2018 Pemkab Tubaba membayar kepada PT Brantas Abipraya sebesar Rp.11.552.999.850,-, 23 September 2019 Rp.6.546.699.915,- 17 April 2020 Rp.26.186.799.660,- kemudian 21 Juli 2020 sebesar Rp.6.546.699.915,- Tanggal 3 November 2020 Rp.13.093.399.830, dan 30 Desember 2020 sebesar Rp.3.850.999.950,-.” jelas Dedi.

Sementara itu lanjut Dedi, temuan hasil pemeriksaan BPK, PT Brantas Abipraya hanya mengembalikan uang sebesar Rp.1,1 miliar lebih, dari nilai proyek 77 miliar.

Baca Juga :  Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

Berikut ini Jawaban Laporan dan Klarifikasi PT Brantas Abipraya kepada Pospera Kabupaten Tulang Bawang Barat.

1. Bahwa di dalam Laporan Keuangan Tahunan (annual report) PT Brantas Abipraya (Persero) tidak memuat secara detail setiap nilai kontrak pekerjaan yang dikerjakan oleh PT Brantas Abipraya (Persero).

2. Bahwa Pimpinan PT Brantas Abipraya (Persero) mengetahui adanya Proyek Pembangunan Pasar Pulung Kencana di Kabupaten Tulang Bawang Barat Provinsi Lampung, namun terkait dengan detail pelaksanaan pekerjaan yang lebih mengetahui adalah Divisi Operasi 1 yang membawahi proyek tersebut.

3. Bahwa terhadap seluruh transaksi pembayaran dan terhadap nilai kontrak pekerjaan Proyek Pembangunan Pasar Pulung Kencana sebagaimana pertanyaan Saudara pada poin 4 memang tidak dijelaskan secara rinci dalam Laporan Tahunan (annual report).

4. Bahwa terhadap pertanyaan Saudara pada poin 5 kami akan melakukan kroscek terlebih dahulu kepada Pimpinan proyek Pembangunan Pasar Pulung dikarenakan hal tersebut merupakan ranah proyek bukan merupakan ranah Kantor Pusat.

Demikian kami sampaikan atas perhatiannya diucapkan terima kasih. Hormat kami,
PT Brantas Abipraya (Persero)
Miftakhul Anas Sekretaris Perusahaan.

Hingga berita ini diterbitkan, Pemerintah Daerah Tubaba terus kebut perapihan bangun pasar Pulung Kencana yang direncanakan akan mulai beroperasi pada akhir Januari 2022. (*)

(drn)

Berita Terkait

Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan
Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah
Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu
Sejumlah Komoditas di Tubaba Naik Jelang Ramadhan, Pemkab Pastikan Masih Terkendali
Waspada! Oknum Manfaatkan Mutasi Kajari Tubaba untuk Penipuan
Novriwan Jaya Buka Manasik Haji 1447 H, 148 CJH Dapat Pembekalan Terintegrasi
Baznas Tubaba Bantu Akomodasi Pengobatan Warga Bandar Dewa
Tersisa Dua Syarat, Pemkab Tubaba Segera Lengkapi Berkas Usulan Sekolah Rakyat
Berita ini 290 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 6 April 2026 - 17:09 WIB

Usia 17 Tahun, Tubaba Tunjukkan Tren Positif Pembangunan

Jumat, 20 Februari 2026 - 21:27 WIB

Terseret Kasus Hukum, Nasib Kursi DPRD Legislator Demokrat Tubaba Tunggu Inkrah

Selasa, 17 Februari 2026 - 12:18 WIB

Oknum DPRD Tubaba Jadi Tersangka Dugaan Ijazah Palsu

Sabtu, 14 Februari 2026 - 16:20 WIB

Sejumlah Komoditas di Tubaba Naik Jelang Ramadhan, Pemkab Pastikan Masih Terkendali

Jumat, 13 Februari 2026 - 10:34 WIB

Waspada! Oknum Manfaatkan Mutasi Kajari Tubaba untuk Penipuan

Berita Terbaru

BANDAR LAMPUNG

PWI Lampung Gandeng MPAL Siapkan Ikon HPN dan Porwanas 2027

Rabu, 13 Mei 2026 - 23:21 WIB

BANDAR LAMPUNG

Tak Beri Santunan Kematian, PT Taspen Beri Alasan Tidak Jelas

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:13 WIB