Ruam Air Liur pada Bayi, Apa Penyebabnya?

- Jurnalis

Senin, 21 Maret 2022 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bayi 1 tahun ngiler. Foto: Shutter Stock

Bayi 1 tahun ngiler. Foto: Shutter Stock

LAMPUNGCORNER.COM, Air liur sangat umum pada bayi. Beberapa bayi bahkan sangat suka bermain air liur, hingga mengeluarkan suara “brrr” dan akhirnya membuat gelembung air liur.

Air liur yang kerap membuat si kecil ngiler hingga membasahi dagu dan leher merupakan hal normal pada bayi. Namun, ternyata keberadaan air liur berlebih dalam waktu yang lama di kulit bayi bisa menimbulkan ruam.

Dokter anak di Pakistan, Dr. Mubina Agboatwalla, MBBS, DCH, menjelaskan di laman Mom Junction, ruam air liur pada bayi ditandai dengan munculnya bercak merah, bengkak dan bersisik pada area seperti mulut, dagu dan leher. Ruam mungkin terasa gatal dan panas sehingga membuat si kecil berusaha untuk menggaruknya.

Baca Juga :  Terima Kunjungan Persatuan Dokter Paru Indonesia, Wagub Jihan Komitmen Percepat Eliminasi TBC di Lampung

Lantas, apa yang menjadi penyebab ruam air liur pada bayi?

Kata Ahli soal Penyebab Ruam Air Liur pada Bayi

Bayi akan mengalami tumbuh gigi sejak usia 4-6 bulan. Kondisi ini adalah salah satu alasan paling umum untuk produksi air liur yang berlebihan pada bayi. Air liur mungkin meluap dari mulut bayi dan membasahi beberapa bagian tubuhnya, sehingga menyebabkan pembentukan ruam.

Terkadang, air liur bayi juga bercampur dengan sisa ASI atau susu formula yang ada di mulutnya. Nah, sisa-sisa ASI atau susu ini bisa menyebabkan iritasi yang kemudian menimbulkan ruam pada beberapa bayi apabila menempel terlalu lama di kulit.

Baca Juga :  DPRD Dalami Kelalaian Medis RSIA Puri Betik Hati, Panggil Direktur dan Dinkes Lampung

Selain itu, bayi juga mungkin mengalami ruam air liur jika mereka menggunakan dot yang membuat kulit di sekitar mulut tetap basah atau jika ada sisa makanan di wajah mereka terlalu lama. Hal ini dijelaskan oleh dokter anak, Karen Gill, MD seperti dikutip dari Healthline.

Meski begitu, ruam air liur pada bayi tetap bisa dicegah, Moms. Misalnya dengan selalu menjaga kebersihan kulit sekitar mulut bayi. Siapkan kain lembut atau tisu untuk mengelap air liur yang menetes setiap saat dari mulut bayi atau setiap setelah sesi menyusui. Menjaga kulit bayi bersih dan kering adalah cara yang paling efektif melawan ruam air liur.

 

Red

Berita Terkait

HUT IBI ke-75, TP PKK Lampura Perluas Pelayanan KB Gratis untuk Tekan Angka Kematian Ibu
Terima Kunjungan Persatuan Dokter Paru Indonesia, Wagub Jihan Komitmen Percepat Eliminasi TBC di Lampung
HUT Lampung ke-62, Pemprov Optimalkan Layanan RSUD Bandar Negara Husada
DPRD Dalami Kelalaian Medis RSIA Puri Betik Hati, Panggil Direktur dan Dinkes Lampung
Tekan Risiko Komplikasi, Pemeriksaan Rutin Prolanis Digelar di Puskesmas Kotabumi II
Darurat Kasus Suspek Campak Capai 591, Pemprov Lampung Kebut Vaksinasi dan Sosialisasi
Soroti 591 Kasus Suspek Campak, Anggota Komisi V DPRD Minta Dinkes Lampung Jemput Bola
Pemprov Lampung Distribusikan 100 Ribu Dosis Vaksin PMK Hewan Ternak
Berita ini 212 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 15:00 WIB

HUT IBI ke-75, TP PKK Lampura Perluas Pelayanan KB Gratis untuk Tekan Angka Kematian Ibu

Jumat, 24 April 2026 - 19:04 WIB

Terima Kunjungan Persatuan Dokter Paru Indonesia, Wagub Jihan Komitmen Percepat Eliminasi TBC di Lampung

Kamis, 16 April 2026 - 21:34 WIB

HUT Lampung ke-62, Pemprov Optimalkan Layanan RSUD Bandar Negara Husada

Senin, 13 April 2026 - 21:34 WIB

DPRD Dalami Kelalaian Medis RSIA Puri Betik Hati, Panggil Direktur dan Dinkes Lampung

Jumat, 10 April 2026 - 09:59 WIB

Tekan Risiko Komplikasi, Pemeriksaan Rutin Prolanis Digelar di Puskesmas Kotabumi II

Berita Terbaru

BANDAR LAMPUNG

Tak Beri Santunan Kematian, PT Taspen Beri Alasan Tidak Jelas

Rabu, 13 Mei 2026 - 20:13 WIB