Murah Langka, Mahal Tersedia

- Jurnalis

Jumat, 18 Maret 2022 - 09:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Wirahadikusumah

Oleh: Wirahadikusumah

Sunguh…

Saya heran.

Bisa jadi Anda juga.

Kok bisa?

Bagaimana tidak, di saat pemerintah menetapkan harga eceran tertinggi (HET) Rp14 ribu per liter, minyak goreng langka.

Sementara, saat HET dicabut, lalu harga minyak goreng diserahkan ke mekanisme pasar, barangnya malah tersedia di mana-mana. Namun, dengan harganya yang menggila. Sampai ada yang menjual hingga Rp26.600 per liternya.

Informasi harga minyak goreng terkini itu dari istri saya. Kemarin sore (Kamis, 17/3/2022), ia mengungkapkan keheranannya kepada saya.

”Parah, harga minyak goreng. Masak barangnya sudah nggak langka, harganya malah gila-gilaan,” keluh istri saya.

Baca Juga :  Untuk Ketiga Kalinya, Warga Tambal Jalan Rusak di Jalan Kapten Mustofa Secara Swadaya

Informasi yang saya dapat dari media online, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto dalam konferensi persnya pada Selasa (15/3/2022) menyatakan, harga minyak goreng kemasan disesuaikan dengan harga keekonomian. Dengan begitu, akan mengikuti harga pasar.

Aneh bin ajaib!

Setelah diumumkan Menko Airlangga itu, dampaknya langsung pada ketersediaan pasokan minyak goreng. Barangnya langsung ada di mana-mana. Mulai minimarket, pasar tradisional, hingga supermarket dibanjiri minyak goreng.

Kok bisa seperti itu?

Tentu saya berspekulasi. Bisa jadi benar. Pun sebaliknya.

Saya menduga, permasalahannya ada di distributor. Yang sebelumnya bikin macet distribusi.

Baca Juga :  Pemkab Lampura Siap Bayar Warisan Utang Rp31,4 Miliar, BUMD Ditata Ulang untuk Bangkit

Sebab, mengapa ketika HET dicabut, minyak goreng tersedia di mana-mana. Dengan harga menggila. Sementara, ketika HET masih berlaku, barangnya malah langka.

Berarti, persoalan minyak goreng selama ini, bukan karena pasokan yang kurang, melainkan ada yang menahan pasokan. Sehingga saya menilai, permasalahannya ada di distributor.

Karenanya, saya berharap pihak kepolisian, ataupun Satgas Pangan, menelusuri distributor. Yang kemungkinan besar menimbun minyak goreng selama ini. Ketika HET diberlakukan.

Ayo, Pak Polisi, tangkap distributor nakal! Agar istri saya tak mengeluhkan harga minyak goreng lagi.

(Wirahadikusumah)

Berita Terkait

Tol Inflasi
Piramida Terbalik
Sikap Keuangan
Bukan Gila
Galau Caleg
Kecolongan Lampura
Rampok Nekat
Strategi PDIP
Berita ini 71 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 11 Juli 2023 - 09:23 WIB

Tol Inflasi

Selasa, 27 Juni 2023 - 14:43 WIB

Piramida Terbalik

Selasa, 6 Juni 2023 - 09:07 WIB

Sikap Keuangan

Senin, 5 Juni 2023 - 09:19 WIB

Bukan Gila

Kamis, 6 April 2023 - 12:56 WIB

Galau Caleg

Berita Terbaru

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Lampura, M. Rezki.

BREAKING NEWS

Program Tebu Raksasa di Lampura: Petani Terlibat, Vendor Misterius

Senin, 4 Mei 2026 - 08:14 WIB